Analisis BMKG soal Gempa M5,0 yang Guncang Nias Barat

Binti Mufarida, Sindonews · Selasa 23 November 2021 09:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 23 340 2505940 analisis-bmkg-soal-gempa-m5-0-yang-guncang-nias-barat-KN1OGshvcE.jpg Ilustrasi gempa (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Gempa mengguncang Kabupaten Nias Barat, Sumatera Barat berkekuatan Magnitudo 4,9, yang sebelum dimutakhirnya berkekuatan Magnitudo 5,0. Gempa tersebut kedalaman 10 kilometer.

BMKG melaporkan kejadian dan Parameter Gempabumi pada Selasa, 23 November 2021 pukul 04.13.53 WIB wilayah Samudra Hindia Pantai Barat Sumatera diguncang gempa tektonik.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki dengan pada koordinat 0,36° LU; 96,58° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 123 km arah Barat Daya Kota Lahomi, Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara pada kedalaman 10 km.

Baca Juga: Gempa Magnitudo 5 Guncang Nias Barat

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno mengatakan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya deformasi lempeng Samudera pada zona outer rise.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan sesar turun (normal fault),” ungkap Bambang dalam keterangan resminya, Selasa (23/11/2021).

Sementara itu, berdasarkan estimasi dari peta guncangan (shakemap), gempa bumi ini berpotensi dirasakan di daerah Sirombu, Nias Barat III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu). Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.

BMKG mencatat hingga hari Selasa, 23 November 2021 pukul 04.43 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). Baca Juga: BMKG: Gempabumi M5,0 di Bengkulu Utara Akibat Adanya Aktivitas Sesar Aktif di Dasar Laut

Selain itu, kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum Anda kembali ke dalam rumah.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini