Ketika Rejeki Nomplok Menang Lotre Rp13 Miliar Berubah Jadi Mimpi Buruk

Susi Susanti, Okezone · Rabu 24 November 2021 10:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 24 18 2506558 ketika-rejeki-nomplok-menang-lotre-rp13-miliar-berubah-jadi-mimpi-buruk-xOhWkRhBSs.jpg Ketika menang lotre berubah menjadi mimpi buruk (Foto: Barcroft Media)

MEKSIKO - Siapa yang tidak suka mendapat rezeki nomplok? Hampir semua orang sepertinya suka menerima rezeki yang tidak diduga-duga ini. Begitu juga yang terjadi di Meksiko. Namun kisah suka ria ini harus berakhir jadi nestapa. Orang tua di Meksiko selatan mengatakan mereka diancam oleh geng setelah tempat penitipan anak-anak mereka menang lotre sebesar 20 juta peso (Rp13 miliar).

Tempat penitipan anak-anak ini memiliki lebih dari dua lusin murid dan orang tua mereka ditugaskan untuk mengelola hadiah.

Awalnya, sejumlah tiket 500 peso (Ro335.000) dalam "lotre pesawat" Meksiko yang banyak dipublikasikan dibeli oleh dermawan anonim dan disumbangkan ke sekolah-sekolah miskin dan pembibitan di seluruh negeri.

Negara bagian Meksiko mengorganisir lotre setelah rencana sebelumnya untuk mengundi pesawat kepresidenan untuk mengumpulkan dana bagi persediaan rumah sakit telah dibatalkan karena dianggap tidak praktis.

Baca juga: Pasutri Menang Lotre Rp32 Miliar: Hidup Tetap Sederhana, Jadi Kaya Bukan Harus Glamor

Daftar 100 pemenang diumumkan pada September 2020 dan diterbitkan di surat kabar Meksiko. Tempat penitipan anak di desa adat Ocosingo adalah salah satu pemenangnya.

 Segera setelah kemenangan mereka diumumkan, mereka menerima ancaman dari kelompok bersenjata, yang menuntut agar mereka menggunakan uang itu untuk membeli senjata bagi geng.

Keluarga-keluarga itu mengatakan bahwa mereka harus meninggalkan desa mereka dan hidup dengan susah payah.

 Baca juga: Baru Pertama Kali Coba, Pria Ini Langsung Menang Lotre Rp556 Miliar, Kisahnya Viral!

Sementara rejeki nomplok itu menjadi penyebab perayaan pada awalnya, masalah dimulai segera setelah berita itu menyebar.

Anggota asosiasi orang tua mengatakan bahwa mereka mulai menerima ancaman dari kelompok bersenjata bernama Los Petules yang menuntut agar hadiah uang digunakan untuk membeli senjata untuk geng tersebut, yang dilaporkan berencana menyerang kelompok saingan di desa tetangga.

Orang tua menolak dan malah menghabiskan sebagian dari uang itu untuk kamar bayi.

Ancaman meningkat tahun ini ketika orang tua memutuskan untuk menggunakan sisa 14 juta peso (Rp9,4 miliar) untuk memperbaiki desa mereka.

Pada Maret lalu, seorang ayah ditembak oleh anggota geng yang menuntut dia menyerahkan hadiah uang.

Bulan lalu, situasi semakin memanas ketika geng tersebut dilaporkan menyerang perempuan dan anak-anak di desa tersebut, menyebabkan 28 keluarga mengungsi.

Salah satu anggota asosiasi orang tua mengatakan bahwa masyarakat telah kehilangan sapi, rumah kami, lemari es, panen jagung dan kacang hingga aya.

Seorang juru bicara keluarga mengatakan bahwa mereka telah memberi tahu pihak berwenang setempat tentang nasib mereka. Mereka tidak akan dapat kembali ke rumah mereka kecuali jika geng itu dilucuti dan dibubarkan.

Diketahui, kekerasan geng marak di Meksiko dan kelompok bersenjata sering mencoba merekrut penduduk setempat dalam perjuangan mereka dengan saingan untuk menguasai wilayah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini