Moskow: AS Berlatih Luncurkan Serangan Nuklir Terhadap Rusia

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 24 November 2021 10:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 24 18 2506559 moskow-as-berlatih-luncurkan-serangan-nuklir-terhadap-rusia-Tk5sQdT6MK.jpg Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu. (Foto: Reuters)

MOSKOW - Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu pada Selasa (23/11/2021) menuduh pesawat pembom Amerika Serikat (AS) melakukan latihan serangan nuklir ke Rusia bulan ini. Shoigu mengatakan bahwa pesawat-pesawat itu terbang dalam jarak 20 km dari perbatasan Rusia.

Tudingan Moskow ini disampaikan di tengah ketegangan dengan Washington terkait Ukraina. Sebelumnya, pejabat AS dan telah menyuarakan keprihatinan atas kemungkinan serangan Rusia terhadap Ukraina, isu yang dibantah oleh Kremlin.

BACA JUGA: Presiden Ukraina Akui Ada Kemungkinan Terjadi Perang Total dengan Rusia

Di sisi lain, Moskow AS, NATO dan Ukraina berperilaku provokatif dan tidak bertanggung jawab. Moskow menunjukkan bahwa AS telah memasok senjata ke Ukraina, menggunakan pesawat tak berawak Turki untuk menyerang separatis yang didukung Rusia di Ukraina Timur, dan melakukan latihan militer di dekat perbatasan Rusia.

Shoigu mengatakan bahwa Moskow telah mencatat peningkatan signifikan dalam aktivitas pembom strategis AS, yang katanya telah melakukan 30 penerbangan dekat dengan Rusia bulan ini. Jumlah penerbangan itu 2,5 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Shoigu secara khusus mengeluhkan apa yang dia katakan sebagai simulasi serangan nuklir AS terhadap Rusia awal bulan ini.

BACA JUGA: Laksamana: Kapal Selam Nuklir Rusia Tenggelam Setelah Tabrakan dengan Kapal Selam NATO

"Menteri pertahanan menggarisbawahi bahwa selama latihan militer AS 'Global Thunder', 10 pembom strategis Amerika berlatih meluncurkan senjata nuklir melawan Rusia dari arah barat dan timur," kata Shoigu seperti dikutip dalam pernyataan kementerian pertahanan.

"Kedekatan minimum dengan perbatasan negara bagian kami adalah 20 km."

Shoigu dikutip mengatakan bahwa unit pertahanan udara Rusia telah melihat dan melacak pembom strategis AS dan mengambil tindakan yang tidak ditentukan untuk menghindari insiden.

Terkait tudingan itu, Kementerian Pertahanan AS, atau Pentagon mengatakan bahwa latihan tersebut telah diumumkan secara terbuka pada saat itu dan dilakukan dengan mematuhi protokol internasional.

"Misi-misi ini diumumkan secara terbuka pada saat itu, dan direncanakan dengan cermat dengan (Komando Strategis), (Komando Eropa), sekutu dan mitra untuk memastikan pelatihan dan peluang integrasi maksimum serta kepatuhan terhadap semua persyaratan dan protokol nasional dan internasional," kata Juru Bicara Pentagon Letnan Kolonel Anton Semelroth dalam pernyataan yang dilansir Reuters.

Latihan militer Global Thunder adalah latihan nuklir dan komando tahunan Komando Strategis AS yang dirancang untuk menguji dan menunjukkan kesiapan kemampuan nuklir AS.

Para perwira tinggi militer Rusia dan AS, Kepala Staf Umum Valery Gerasimov dan Ketua Kepala Staf Gabungan Mark Milley, berbicara melalui telepon pada Selasa tetapi tidak ada pihak yang mengungkapkan isi percakapan tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini