Profil Algojo Sadis Arab Saudi, Terkenal Spesialis Hukuman Pancung

MNC Portal, · Rabu 24 November 2021 11:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 24 18 2506602 profil-algojo-sadis-arab-saudi-terkenal-spesialis-hukuman-pancung-ih6T1s2CVb.jpg Algojo sadis Arab Saudi (Foto: memritv.org)

RIYADH – Abdallah bin Said adalah salah satu algojo paling terkenal di Arab Saudi. Dia sangat disegani dan ditakuti karena kerap mengeksekusi mati para terpidana kejahatan di Arab Saudi, terutama mereka yang terkena hukuman pancung.

Abdallah adalah salah satu algojo yang ditempatkan di Kota Mekkah sesuai tugas yang diberikan Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi. Dia bertugas memancung para terpidana yang sudah divonis pengadilan.

Khusus Kota Mekkah sendiri, ada 6 algojo yang ditugaskan pemerintah Arab Saudi. Abdallah sendiri memulai tugas pertama sebagai algojo pada 1991. Pria kelahiran 1959 ini diangkat Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi di usianya yang ke-32 tahun.

 Baca juga: Pria Malawi 3 Kali Lolos Hukuman Mati Gara-Gara Algojo Kelelahan

Abdallah diangkat menjadi algojo sekitar 1 pekan setelah ayahnya meninggal dunia. Ayahnya, Said Al Bishi juga seorang algojo Arab Saudi. Dia langsung ditunjuk menggantikan ayahnya untuk menjadi algojo pada 1991.

Pada hari kerja pertamanya, dia langsung dihadapkan dengan terdakwa vonis pancung oleh pengadilan setempat.

Dia mendapat tugas memancung 3 orang. Sejak saat itu, dia menjadi terkenal sebagai algojo di Arab Saudi, selain karena mewarisi pekerjaan dari ayahnya.

 Baca juga: Deretan Dukun yang Dihukum Pancung di Arab Saudi

Ketika Abdallah masih kecil, dia sudah sering melihat ayahnya melakukan eksekusi pancung. Dia sudah sering melihat hukuman pancung sejak kecil.

Dia juga pernah diajak ayahnya melihat temannya melakukan hukuman pancung sehingga membuatnya menjadi lebih hati-hati ke depannya, apalagi jika menyangkut masalah nyawa orang lain.

Hukum di Arab Saudi memang menerapkan hukuman pancung untuk kasus pembunuhan. Terpidana yang terbukti membunuh orang lain harus mendapatkan hukuman setimpal.

Jika terpidana dimaafkan, maka terpidana harus membayar sejumlah uang pada keluarga korban yang memaafkan dan meminta ganti rugi. Demikian dikutip dari Sindonews,

Namun, jika tidak mendapat maaf dari keluarga korban, maka terpidana harus membayarnya dengan nyawanya dengan cara dipancung di depan publik.

Abdallah mengaku tidak merasa aneh ketika akan memancung terpidana mati. Dia tidak merasakan perbedaan terpidana mati baik laki-laki atau perempuan.

Dia hanya menjalankan tugas sesuai amanah dari pemerintah Arab Saudi yang diberikan kepadanya.

Abdallah mengaku sering memenggal kepala teman yang dia kenal dekat. Dia juga menegaskan tidak boleh merasa iba karena akan membuatnya gagal menjalankan tugas memenggal kepala terpidana mati.

Hukum di Arab Saudi memang sangat menghargai nyawa manusia. Jika ada orang yang terbunuh oleh orang lain, maka si pembunuh akan diadili dan dihukum dengan 2 pilihan hukuman. Hal ini membuat banyak orang harus berpikir ribuan kali jika ingin membunuh orang lain.

Abdallah melakukan hukuman dengan sekali tebas. Dan terpidana mati tidak dibius dengan obat apapun.

Itu artinya, terpidana mati bisa merasakan sakitnya kepalanya ditebas walau hanya sepersekian detik karena lehernya pasti langsung putus ketika pedang algojo sudah menebasnya.

Hukuman pancung di Arab Saudi juga dilakukan di tempat umum. Hal ini bertujuan memberi pelajaran kepada masyarakat umum agar tidak bermain-main dengan nyawa orang lain. Hukuman itu membuat masyarakat Arab Saudi sangat berhati-hati jika berurusan dengan nyawa orang.

Abdallah juga mengakui pekerjaan sebagai algojo di Arab Saudi ini juga menurun ke anaknya. Anak pertamanya, Badr, juga sudah dilatih menjadi algojo di Arab Saudi. Badr kini ditempatkan di ibu kota Arab Saudi, Riyadh, sebagai algojo di kota Riyadh.

Kisah Abdallah sebagai algojo Arab Saudi ini memberikan pelajaran bahwa ada pekerjaan yang tidak semua orang bisa melakukannya, salah satunya adalah algojo ini.

Dan pekerjaan sebagai algojo di Arab Saudi juga menjadi pekerjaan yang jarang ada di dunia ini karena tidak sembarang orang bisa menjadi algojo di Arab Saudi seperti Abdallah.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini