Bapak-Anak Jadi Begal Sadis, Mengaku Polisi Lalu Telanjangi Korbannya

Sholahudin, iNews · Rabu 24 November 2021 08:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 24 340 2506516 bapak-anak-jadi-begal-sadis-mengaku-polisi-lalu-telanjangi-korbannya-WyYLdRXDUc.jpg Pelaku begal sadis ditangkap. (Foto: Sholahudin)

MOJOKERTO – Anggota Satreskrim Polresta Mojokerto terpaksa melakukan tindak tegas dan terukur kepada tersangka Totok Imron (39). Pasalnya, Totok bersama anaknya, Danag Prastiyo (19) mengaku anggota polisi untuk melakukan aksi begal terhadap pasangan muda-muda yang kepergok mesum di bawah jembatan Tol Desa Canggu, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.

Korban adalah F, wanita 18 tahun dan pasangannya D 17 tahun, warga Kabupaten Mojokerto. Sebelum membawa kabur sepeda motor dan handphone, dua pelaku menelanjangi kedua korban dan ditinggal begitu saja. Polisi terpaksa menembak pelaku karena melawan saat akan ditangkap

Kedua tersangka warga Desa Kepuhsari, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo itu ditangkap di rumahnya di Sidoarjo. Dalam aksinya bapak dan anak tergolong sadis. Kedua korban dipukuli dan diminta untuk melepas baju hingga bugil. Keduanya ditinggal begitu saja di pinggir jalan bawah kolong tol.

Baca juga: Tak Dapat Motor, Pelaku Begal Bacok Pengendara di Bekasi

Kasus perampasan ini bermula saat kedua pelaku akan menuju ke Kecamatan Dawarblandong untuk memesan galvalum. Saat melintas di TKP, pelaku melihat kedua korban sedang berbuat mesum. Pelaku langsung meminta sepeda motor dan kedua handphone korban.

“Itu saya mau ke Dawar mau beli galvalume, aya sama anak dan istri bawa mobil berhenti dan pipis, ada bayangan saya hampiri (korban),” ujar Totok, Selasa (23/11/2021).

Setelah mendapat laporan korban, polisi langsung melakukan pengejaran. Setelah satu minggu kedua pelaku berhasil ditangkap.

“Sepeda motor belum sempat dijual meski sudah ditawarkan lewat online,” ujar Kapolresta Mojokerto AKBP Rofiq Ripto Himawan.

Dari tangan kedua tersangka polisi menyita dua handphone milik korban dan sepeda motor yang belum sempat terjual.

“Keduanya dijerat dengan pasal berlapis yaitu Pasal 365 tentang Pencurian dengan Kekerasan dan Pasal 72e terkait Undang-Undang Perlindungan Anak, dengan ancaman 12 dan 15 tahun penjara,” ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini