Bunuh 4 Warga Pakai Sianida, Dukun Pengganda Uang di Magelang Ditangkap

Puji Hartono , iNews · Rabu 24 November 2021 11:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 24 340 2506601 bunuh-4-warga-pakai-sianida-dukun-pengganda-uang-di-magelang-ditangkap-rVNL759rTM.jpg Dukun berinisial IS ditangkap polisi di Magelang (Foto: Angga Rosa)

MAGELANG - Seorang warga berinisial IS (57) yang mengaku dukun asal lereng Gunung Sumbing, Magelang, Jawa Tengah nekat membunuh 4 warga. Motifnya ingin menguasai uang milik korban.

"Motif pelaku ingin menguasai uang korban dengan dalih dapat menggandakan uang," ujar Kaporles Magelang AKBP M Sajarod Zakun.

Baca Juga:  Deretan Dukun yang Dihukum Pancung di Arab Saudi

Adapun modus yang digunakan tersangka yakni memasukkan potasium sianida ke dalam minuman yang dibungkus plastik sebagai syarat dalam ritual mendoakan uang. Tersangka merupakan warga Dusun Karang Tengah, Desa Sutopati, Kecamatan Kajoran.

Tersangka berprofesi sebagai dukun pengobatan alternatif ini hanya bisa pasrah di hadapan petugas. Dirinya berhasil diringkus petugas lantaran diduga melakukan pembunuhan terhadap 4 warga.

Korbannya yakni Lasman (31), Wasdiyanto (38) warga Dusun Marongan, Desa Sukomakmur pada 10 November 2021. Sebelum diracun, kedua korban tersebut berniat untuk meminta mengandakan uang sebanyak Rp25 juta kepada tersangka.

Baca Juga:  Komplotan Dukun Pengganda Uang Praktik di Hotel, Tipu Korbannya hingga Ratusan Juta

Korban ketiga, yakni Suroto (63) warga Kecamatan Moyudan, Sleman dibunuh pada 4 Desember 2020. Korban juga dibunuh dengan cara diracun melalui air yang sudah diberi doa.

Lantaran korban meminta bantuan tersangka untuk memagari lahan pisang yang sering kecurian, tersangka menyanggupi membantu asalkan korban memberikan pinjaman uang sebanyak Rp10 juta. Korban pun bersedia lantaran berharap uang Rp10juta dapat digandakan.

Korban yang terakhir Muarif (52), warga Desa Sutopati, Kecamatan Kajoran, Magelang. Muarif dibunuh pada Mei tahun 2020. Korban Muarif ini sebelum diracun berniat juga untuk meminta digandakan uang miliknya.

Kasus pembunuhan ini terkuak setelah ditemukan dua orang tewas di dalam mobil yang terparkir di pinggir jalan masuk desa korban pada 10 November 2021 pekan kemarin. Dari hasil autopsi Tim Puslabfor Polda Jawa Tengah, dua korban meninggal akibat keracunan potasium sianida.

Saat press rilis di Mapolres Magelang, di hadapan petugas, pelaku meracik air putih yang dicampur potasium sianida di rumahnya. Kemudian, memberikan kepada korban sebagai syarat ritual. Tersangka mengaku uangnya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

"Uangnya buat kebutuhan sehari-hari," ujar IS.

Sementara sosiolog dari Universitas Muhammadiyah Magelang, Kanthi Pamungkas Sari menuturkan, peristiwa itu terjadi karena disebabkan salah satunya masalah ekonomi.

Dalam kasus tersebut petugas mengamankan barang bukti 1 unit mobil milik korban, 1 unit sepeda motor milik pelaku, serbuk potasium sianida, botol air mineral, uang senilai Rp25 juta, telepon genggam dan pakaian milik korban.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, kini tersangka terpaksa mendekam di sel tahanan Mapolres Magelang dan bakal dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 338 dan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini