Anak Panti Asuhan Korban Pemerkosaan dan Penyiksaan Trauma Berat, Masih Didampingi Psikolog

Avirista Midaada, Okezone · Rabu 24 November 2021 14:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 24 340 2506696 trauma-berat-psikolog-berusaha-pulihkan-psikis-anak-panti-asuhan-korban-pemerkosaan-penyiksaan-AKXFvdflLl.jpg Viral video seorang anak disiksa teman-temannya. (Foto: Istimewa)

KOTA MALANG - Polisi bersama tim psikolog dan beberapa instansi terkait berupaya memulihkan trauma remaja perempuan korban pemerkosaan dan pengeroyokan di Kota Malang. Kondisi korban sudah mulai membaik.

"Pemulihan trauma sudah mulai membaik, tim trauma healing Polresta mendampingi, sehingga korban mulai psikologis korban mulai terbuka," ucap Kasatreskrim Polresta Malang Kota Kompol Tinton Yudha Riambodo, pada Rabu (24/11/2021) pagi. 

Tinton menegaskan, fokus pihaknya adalah memulihkan kondisi psikis korban agar bisa pulih dari trauma. Meski belum 100 persen, kondisi korban kini sudah menunjukkan perkembangan positif.

Sementara itu, Yuning Kartikasari, anggota lembaga Woman Crisis Center (WCC) yang fokus kepada penanganan perkara perlindungan perempuan dan anak menyebutkan, pihaknya belum bisa mengakses pendampingan trauma healing kepada korban dan tersangka yang berstatuskan anak-anak.

Namun saat ini dirinya mengatakan, baik korban dan para tersangka telah didampingi oleh psikolog, yang mengiringi selama proses pemeriksaan di kepolisian. 

Baca juga: Anak Panti Asuhan Malang Disiksa dan Diperkosa Alami Trauma Berat

"Kami belum bisa mendampingi korban karena saat ini ditangani mbak Roro, itu dari psikolog anak. Hanya satu orang saja biar memudahkan pemulihan psikis korban. Tapi kami dari WCC sudah merekomendasikan sejumlah hal baik untuk penanganan korban maupun pelaku," jelasnya. 

Pihaknya mendorong kepolisian dan aparat penegak hukum bisa menyelesaikan kasus perundungan dan persetubuhan, dengan korban serta pelakunya adalah anak di bawah umur.

"Dari beberapa kasus yang kami tangani, memang ada kecenderungan kasus kekerasan anak dan perempuan ini stagnan dan mandek. Makanya kami dorong untuk yang viral ini kepolisian bisa menyelesaikan proses hukumnya, supaya memberikan asas keadilan dan keberpihakan kepada korban," ujarnya. 

Sebelumnya diberitakan, sebuah tindakan penganiayaan dan bullying kepada seorang remaja perempuan viral di media sosial. Dari hasil penelusuran, korban diketahui merupakan anak berusia 13 tahun yang tinggal di panti asuhan di Jalan Teluk Grajakan Gang XVII, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. 

Terlihat pada video berdurasi 2 menit 29 detik, korban mengalami pemukulan, tendangan, diejek, hingga dijambak rambutnya oleh beberapa teman korban. Aksi itu dilakukan oleh temannya yang tinggal di sekitar panti tersebut, di Perumahan Puri Palma, Blimbing, Kota Malang. 

Sebelum dianiaya diduga korban juga disetubuhi oleh seorang tetangga panti asuhan di kediaman rumahnya di sekitar Jalan Teluk Grajakan. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini