DPR Minta Kebakaran Kilang Minyak Cilacap Diinvestigasi

MNC Portal, · Rabu 24 November 2021 18:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 24 340 2506855 dpr-minta-kebakaran-kilang-minyak-cilacap-diinvestigasi-cynqeohRP3.jpg Kilang minyak kebakar/ MNC Media

JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menurunkan Tim "Automatic Finger Print Identification System" atau Inafis dan Puslabfor dalam melakukan penyelidikan terhadap kebakaran kilang 36 T-102 Pertamina Cilacap, Jawa Tengah. Polisi pun telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.

(Baca juga: Ketua DPD RI Minta Kebakaran Kilang Minyak di Cilacap Diinvestigasi)

Komisi VI DPR RI pun meminta Pertamina menyelesaikan investigasinya terkait terjadinya kebakaran, dan menindaklanjuti agar tidak lagi terjadi kebakaran di area kilang Pertamina di Cilacap, Jawa Tengah.

“Apalagi kebakaran tersebut berdekatan dengan kebakaran di kilang Pertamina Balongan, Indramayu yang juga terjadi di tahun yang sama. Selain juga meminta keselamatan masyarakat sekitar kilang diprioritaskan,” ujar Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Mohamad Hekal usai mengunjungi Kilang Pertamina Cilacap, Jawa Tengah.

(Baca juga: Analisa BMKG soal Cuaca saat Kebakaran Tangki Pertamina di Cilacap, Benarkah Tersambar Petir?)

Selain itu dia meminta, agar masyarakat sekitar dilindungi dengan memberikan alternatif relokasi atau relokasi fasilitas segera dikaji dan diutuskan.

Dia menambahkan, jika kebakaran tersebut disebabkan oleh petir, maka akan terjadi banyak kebakaran kilang nantinya, karena saat ini dan ke depan sudah masuk musim hujan.

"Kalau yang disampaikan bahwa kebakaran ini dikaitkan dengan petir adalah benar, maka musim hujan akan terus terjadi sampai beberapa bulan ke depan. Ini rasanya tidak mungkin kilang hanya musim hujan terjadi kebakaran,"katanya.

Komisi VI terus menunggu evaluasi dan investigasi kebakaran kilang Cilacap, yang dilakukan Pertamina. Kalau dalam satu tahun, Hekal menambahkan, bisa terjadi tiga kali kebakaran kilang, ini menurutnya bisa dibilang bukan sekadar kecelakaan.

“Memang tadi disebutkan ada beberapa tangki yang sedang dimodifikasi. Apakah itu menjadi penyebabnya, ini belum tuntas, kita tunggu saja," katanya.

Namun yang terpenting menurutnya, Komisi VI terus menunggu Pertamina holding untuk menyelesaikan kajian-kajian teknis tangki dan kajian teknis safety di KPI yang bisa menghasilkan rekomendasi-rekomendasi konkrit untuk segera diimplementasikan. Sehinga kebakaran kilang ini tidak terjadi lagi di seluruh Indonesia.

“Tujuan kunjungan kami adalah untuk bersama mencari sumber masalah dan solusi tuntas. Maka, kami minta Pertamina untuk percepat semua upaya menyediakan perlengkapan penangkal petir dan semua instalasi yang dibutuhkan. Agar tidak terulang lagi. Kajian teknis memang tadi saya dengar, Selain di KPI, Pertamina induk juga sudah melakukan. Kita tunggu analisanya dengan benar,"pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini