Konflik Ethiopia: PM Pimpin Tentara di Garis Depan, Atlet Olimpiade Jadi Tentara

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 25 November 2021 10:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 25 18 2507122 konflik-ethiopia-pm-pimpin-tentara-di-garis-depan-atlet-olimpiade-jadi-tentara-xWeE2ptXZe.jpg Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed. (Foto: Reuters)

ADDIS ABABA – Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed maju ke garis depan memimpin perang dengan kelompok separatis di negara itu, demikian dilaporkan media yang berafiliasi dengan pemerintah pada Rabu (24/11/2021). Sementara itu dua atlet Olimpiade Ethiopia jga mengumumkan bahwa mereka akan mendaftar di militer untuk turun terjun dalam konflik.

Peraih medali emas Haile Gebrselassie, yang mencatat 27 rekor lari jarak jauh, mengatakan kepada Reuters bahwa dia akan bergabung dengan militer. Sikap yang sama juga diumumkan peraih medali perak Olimpiade Feyisa Lelisa, demikian dilaporkan media lokal.

BACA JUGA: Perempuan di Ethiopia Diperkosa dan Dipukuli Pemberontak, Bahkan di Depan Anak-anaknya

Juru Bicara Pemerintah Legesse Tulu mengatakan bahwa Wakil Perdana Menteri Demeke Mekonnen Hassen akan mengambil alih urusan rutin pemerintah selama absennya Perdana Menteri Abiy.

Abiy pada Senin (22/11/2021) mengumumkan bahwa dia berencana untuk secara pribadi mengarahkan perang melawan pasukan Tigrayan dan sekutu mereka.

"Mari kita bertemu di garis depan perang," tulisnya sebagaimana dilansir Reuters. "Waktunya telah tiba untuk memimpin negara dengan pengorbanan."

BACA JUGA: PBB: 350 Ribu Orang di Tigray, Ethiopia, Terancam Bencana Kelaparan

Bulan lalu pasukan Tentara Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF) dan sekutu mereka mengancam akan bergerak ke ibu kota Addis Ababa. Kelompok separatis itu juga berjuang keras untuk mencoba memotong koridor transportasi yang menghubungkan Ethiopia yang terkurung daratan dengan pelabuhan utama Djibouti di kawasan itu.

Pada Selasa (23/11/2021), Utusan Khusus Amerika Serikat (AS) Jeffrey Feltman mengatakan militer Ethiopia dan milisi regional telah mampu menahan upaya separatis TPLF untuk memotong koridor transportasi. Tetapi pasukan TPLF mampu bergerak ke selatan menuju Addis Ababa.

Juru bicara militer Ethiopia tidak menanggapi permintaan komentar.

Polisi Ethiopia telah melatih sekitar 147.000 warga sipil di ibu kota untuk membentuk kelompok pertahanan lingkungan dan membantu mendeteksi kemungkinan penyusupan, kata polisi kepada Reuters.

Konflik di Ethiopia telah menjadi masalah keamanan dan kemanusiaan, dengan dugaan terjadinya pelanggaran hak asasi manusia (HAM) selama konflik antara kedua belah pihak. Seruan agar masalah ini dibahas di pertemuan Dewan Keamanan PBB telah diutarakan oleh sejumlah negara, dengan Irlandia menjadi salah satu pendorong utama.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini