Strain Covid yang Lebih Buruk dari Varian Delta Ditemukan di 3 Negara

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 26 November 2021 09:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 26 18 2507713 strain-covid-yang-lebih-buruk-dari-varian-delta-ditemukan-di-3-negara-tEdMw6hgXf.jpg Ilustrasi. (Foto: Reuters)

NEW DELHI – Para ilmuwan memperingatkan mengenai apa yang diduga sebagai evolusi virus corona berbahaya, yang telah ditemukan pada pasien di berbagai belahan dunia. Resistensi strain baru ini terhadap vaksin semakin menambah kekhawatiran.

Varian Covid-19 terbaru ini diketahui memiliki perubahan signifikan pada duri-durinya, yang dapat membuatnya kebal terhadap vaksinasi.

BACA JUGA: Varian Delta Picu Kenaikan Kematian di AS

Para ilmuwan mengatakan strain ini bisa menjadi jenis virus corona yang paling berevolusi, karena 32 mutasi tampaknya telah terdeteksi di dalamnya. Sebagai perbandingan, strain Delta yang saat ini dominan dan sangat menular, yang telah berkontribusi pada lonjakan kasus tahun ini secara global, memiliki setidaknya 11 mutasi., demikian diwartakan RT.

Strain baru ini awalnya terlihat pada tiga pasien di Botswana, dan dengan demikian dikenal sebagai varian Botswana. Sejak infeksi pertama pada 11 November varian ini telah ditemukan di tiga negara dengan enam kasus terdeteksi di Afrika Selatan, dan satu lagi kemudian terdaftar di Hong Kong, menurut laporan media Inggris.

BACA JUGA: WHO: Kematian Akibat Covid-19 di Eropa pada Maret 2022 Bisa Capai 2,2 Juta

Pasien Hong Kong baru-baru ini melakukan perjalanan ke China dari Afrika Selatan, membuat para ilmuwan sangat waspada, karena varian baru dapat menyebar ke mana saja melalui perjalanan internasional. Pasien tersebut juga dikatakan telah divaksinasi ganda.

Berita tentang strain baru, yang dikenal sebagai B.1.1.529 ini dibagikan oleh ahli virologi Departemen Penyakit Menular Imperial College London Tom Peacock. Dia memperingatkan bahwa varian ini “lebih buruk secara antigen daripada hampir semua hal lainnya.”

Peacock mengatakan bahwa strain baru, yang kemungkinan akan dinamakan varian ‘Nu’ ini memiliki “cabang yang sangat panjang dan profil mutasi duri-duri yang buruk”, memperingatkan kemunculannya harus dipantau dengan ketat. Sisi baiknya, menurut para peneliti, tingginya jumlah mutasi bisa berarti variannya tidak stabil, yang mungkin mencegahnya menyebar luas.

Sejauh ini, Covid-19 telah membunuh lebih dari lima juta orang di seluruh dunia, dengan lebih dari 259,5 juta terinfeksi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini