Dijual Anaknya Buat Pacaran, Genting Rumah Ibu Paliyem Kembali Dipasang Warga

Trisna Purwoko, iNews · Jum'at 26 November 2021 14:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 26 340 2507884 dijual-anaknya-buat-pacaran-genting-rumah-ibu-paliyem-kembali-dipasang-warga-hfQnUd8b4R.jpg Anak jual perabotan rumah orangtua demi pacar di Bantul (Foto: Trisna Purwoko)

BANTUL - Dwi Rahayu Saputro, pemuda berusia 24 tahun, warga Bantul yang dilaporkan oleh ibu kandungnya, Paliyem karena menjual seluruh perabot rumah tanpa izin kini telah menjalani pemeriksaan di kantor polisi.

Dalam pengakuannya, uang hasil penjualan perabot rumah telah digunakan untuk membelikan hadiah bagi gadis yang baru dikenalnya sebulan lalu. Kondisi rumah Paliyem yang ada di Dusun Paten Kapanewon Pundong, Bantul, Yogyakarta sekilas terlihat bagus layaknya rumah sekitarnya.

Namun, rumah ini tidak memiliki daun pintu dan perabot rumah sama sekali. Seluruh perabot rumah seperti meja, kursi, almari telah dijual tanpa izin oleh anak semata wayangnya, Dwi Rahayu saputro.

Baca Juga:  Astaga! Seorang Anak Tega Jual Daun Pintu hingga Genting Rumah Ibunya

Tidak hanya perabot rumah, genting rumah ini juga sudah diturunkan dan dimuat ke dalam truk untuk dijual. Beruntung, Paliyem, seorang asisten rumah tangga yang pulang ke rumah setiap dua bulan sekali ini mendapat informasi dari tetangganya tentang adanya penjualan perabot rumah ini. 

Paliyem pun segera pulang dan membatalkan penjualan genteng rumahnya dengan mengganti uang penjualan. Kasus penjualan perabot rumah tanpa izin ini sudah bergulir ke ranah hukum setelah Paliyem melaporkan ulah anak kandungnya itu kepada polisi.

Paliyem mengaku sudah tidak tahan dengan kelakuan anak semaya wayangnya yang menjual seluruh perabot rumah. Anaknya ini sudah beberapa kali menjual perabot rumah dan masih dinasehati untuk tidak lagi mengulangi perbuatannya.

Baca Juga:  4 Kasus Kejahatan Bapak-Anak, dari Pencurian hingga Perampokan

Amarah perempuan berusia 53 tahun itu tak terbendung ketika anaknya menjual genting rumah yang menjadi satu satunya tempat tinggal dan menjadi peninggalan almarhum suaminya. Ditambah, hasil penjualannya untuk membiayai perempuan kenalan barunya.

Menurut beberapa tetangga Paliyem, sejak suaminya meninggal dunia 5 bulan lalu, Paliyem terpaksa menjadi asisten rumah tangga dan pulang ke rumah setiap dua bulan sekali. Hal ini terpaksa dilakukan demi membiayai anak semata wayangnya dan mengangsur utang yang ditinggalkan oleh suaminya.

Di mata tetangga, Dwi Rahayu Saputro jarang bergaul dengan tetangga sekitar. Bahkan, warga pernah melihat Dwi dengan perempuan yang belum dikenalnya di sekitar rumah tersebut.

Tetangga dan warga sekitar yang merasa kasihan dengan kondisi Paliyem berusaha membantu dan bergotong royong untuk menaikkan dan memasang kembali genteng rumahnya. Meski, belum terpasang secara sempurna dan masih bolong-bolong, sehingga air hujan masih masuk ke dalam rumah.

"Kaya narik-narik barang itu, katanya si lemari, tau-tau ada pintu yang udah bolong. Begitu saya keluar, Mas Dwi nya sudah bawa mobil gitu," ujar Rajiyem, tetangga Paliyem.

Menurut Kapolres Bantul AKBP Ihsan, dalam kasus hukum yang melibatkan ibu dan anak kandung ini, polisi sudah berusaha melakukan mediasi antar keduanya. Namun, usaha ini tidak berhasil karena sang ibu tetap bersikeras untuk melanjutkan laporannya ke kantor polisi.

Mengingat kasus ini merupakan delik aduan, polisi masih memberi kesempatan jika sang ibu hendak mencabut laporannya. Bila terus berlanjut, polisi akan menjerat Dwi dengan ancaman pasal 357 tentang pencurian dalam rumah tangga dengan ancaman hukuman penjara selama lamanya 5 tahun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini