3 Pengeroyok Siswa hingga Tewas di Gunung Kencana Ditangkap

Dimas Choirul, MNC Media · Sabtu 27 November 2021 13:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 27 340 2508307 3-pengeroyok-siswa-hingga-tewas-di-gunung-kencana-ditangkap-kHb9rWNptW.jpg Ilustrasi (Foto: Antara)

LEBAK - Pelaku pengeroyokan pelajar di Rangkasbitung, Banten ditangkap Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak, Polda Banten. Pengeroyokan tersebut mengakibatkan satu orang pelajar berinisial RG dilaporkan tewas.

Menurut Kapolres Lebak Polda Banten AKBP Teddy Rayendra, pihaknya mencari mencari saksi dan video CCTV di sepanjang jalan tersebut guna mengetahui identitas pelaku. Selain itu, untuk memetakan sekolah-sekolah mana yang sering melakukan tawuran.

"Alhamdulillah, kurang dari 1x24 jam. Ketiga pelaku berhasil ditangkap oleh tim Serigala Sat Reskrim Polres Lebak Polda Banten berikut barang buktinya," katanya, Jumat 26 November 2021.

Baca Juga:  Ricuh Aksi Pemuda Pancasila, Polisi Amankan 6 Senjata Tajam dan 2 Peluru

Teddy menyampaikan, tersangka RH (21), AW (20), dan SG (18), berhasil ditangkap di rumahnya masing-masing. Para pelaku mengeroyok korban RG (alm) yang mengakibatkan meninggal dunia akibat sabetan Celurit yang mengenai punggung korban.

Teddy menambahkan, kejadian tersebut berawal saat para pelaku hendak tawuran dengan sekolah di Pandeglang. Pelaku AW mendapatkan informasi bahwa ada anak pelajar salah satu STM di Rangkasbitung yang sedang berada di wilayah Gunung Kencana kemudian para pelaku menuju wilayah Kecamatan Gunung Kencana untuk mencari siswa (korban) tersebut.

Saat berada di Alun-alun Gunung Kencana, para pelaku mendapati korban yang sedang mengendarai sepeda motor. Kemudian, pelaku mengejar korban dengan menanyakan asal sekolah dan pelaku menyuruh korban berhenti, namun korban tidak mau berhenti.

Pelaku kemudian membacok korban dengan sebilah celurit yang mengenai punggung korban RG. "Akibat kejadian tersebut korban RG, oleh warga sekitar dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak dapat tertolong dan para pelaku melarikan diri," ujar Teddy.

Baca Juga:  Bullying Antar Remaja Kembali Terjadi di Malang, Korban Dikeroyok hingga Babak Belur

Dari hasil penangkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti dua bilah celurit, satu jaket warna hitam bertuliskan BGDSCMPNY, satatu jaket hoody warna hijau, dan satu kaos warna putih yang berlumuran darah.

Atas perbuatannya para pelaku dikenakan Pasal 170 Ayat (2) ke (3) KUHPidana dan atau Pasal 351 Ayat (3) KUHPidana dan atau Pasal 76C Jo Pasal 180 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 atas perubahan UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini