Analisis BMKG soal Gempa di Laut Sulawesi

Antara, · Sabtu 27 November 2021 15:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 27 340 2508348 analisis-bmkg-soal-gempa-di-laut-sulawesi-6ulVFwpj8I.jpg Ilustrasi gempa (Foto: ist/sindonews)

JAKARTA - Gempa tektonik dengan magnitudo (M) 5,6 di Laut Sulawesi pada Sabtu pukul 13.01 WIB aktivitas subduksi.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat aktivitas subduksi," ujar Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno, Sabtu (17/11/2021).

Baca Juga:  BMKG: Gempa M2,6 Guncang Tanggamus Akibat Aktivitas Sesar Semangko Timur

Menurut hasil analisis BMKG, gempa itu episenternya berada di laut pada kedalaman 86 km di koordinat 4,66° Lintang Utara dan 126,4° Bujur Timur, sekitar 78 km arah barat laut Kota Melonguane di Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara. 

Bambang mengatakan, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi itu memiliki mekanisme pergerakan geser-naik.

Menurut BMKG, dampak gempa bumi itu dirasakan di Tahuna pada skala II MMI, getaran dirasakan oleh beberapa orang dan menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Baca Juga:  Waspada! Salatiga dan Sekitarnya Diguncang 46 Kali Gempa

Menurut hasil pemodelan gempa bumi itu tidak berpotensi menimbulkan tsunami. "Hingga pukul 13.20 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan," katanya.

Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan yang terjadi akibat gempa tersebut.

Bambang mengimbau warga di daerah sekitar pusat gempa menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat oleh gempa serta memastikan bangunan tempat tinggal tidak mengalami kerusakan yang dapat membahayakan kestabilan bangunan.

Informasi BMKG mengenai kejadian gempa bumi bisa dipantau melalui akun Instagram dan Twitter @infoBMKG, laman resmi BMKG, serta aplikasi WRS-BMKG atau Info BMKG.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini