Capres Prancis Tertangkap Kamera Acungkan Jari Tengah kepada Seorang Wanita

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 29 November 2021 09:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 29 18 2508873 capres-prancis-tertangkap-kamera-acungkan-jari-tengah-kepada-seorang-wanita-Ugib2fBf8K.jpg Calon Presiden Prancis Eric Zemmour tertangkap kamera mengacungkan jari tengah ke arah seorang wanita yang marah padanya. (Foto: AFP)

PARIS - Tokoh sayap kanan Eric Zemmour, yang disebut-sebut sebagai calon presiden Prancis, tertangkap kamera mengacungkan jari tengahnya kepada seorang wanita marah yang mendekatinya di Marseille. Perbuatan Zemmour ini mengundang kontroversi, mendorong seorang menteri meminta kaum muda Prancis tidak meniru tingkat politikus itu.

Zemmour, yang diperkirakan akan secara resmi mengumumkan pencalonannya sebagai presiden awal bulan depan, tiba di Marseille pada Jumat sebagai bagian dari tur promosinya. Dia disambut oleh sekelompok pengunjuk rasa yang mencemooh dan mencemooh ketika tokoh media meninggalkan stasiun kereta.

BACA JUGA: Misteri Wabah Menari Tanpa Henti Sampai Meninggal, Serang Penduduk Eropa di Abad ke-14

Pada Sabtu (27/11/2021), seorang wanita mendekati mobil Zemmour di luar balai kota dan mengacungkan jari tengah. Zemmour, yang menurunkan jendelanya, dengan cepat merespons, halik mengacungkan jari tengahnya kepada wanita itu. Gerakan cabul itu tertangkap kamera fotografer AFP.

Menurut AFP, Zemmour memberi tahu wanita itu bahwa jari itu dirancang untuk masuk "sangat dalam". Timnya kemudian mengatakan kepada wartawan bahwa wanita itu telah menipu keamanan Zemmour dengan menyamar sebagai pendukungnya dan berperilaku agresif.

Lawan politiknya memanfaatkan kesempatan itu untuk menjatuhkan Zemmour dengan Menteri Urusan Eropa Prancis Clement Beaune mengatakan kepada saluran TV LCI bahwa pertengkaran itu telah mengungkap "wajah sebenarnya" Zemmour, serta "kurangnya rasa hormat, perpecahan, kebencian, dan kekerasan."

BACA JUGA: Laporan Media: Presiden Macron Diam-Diam Ubah Warna Bendera Prancis

Nadia Hai, menteri pembangunan perkotaan, mendesak kaum muda untuk tidak meniru sikap Zemmour dan melawan “ketidakberadaban dari mana pun mereka berasal.”

Sebuah sumber yang dekat dengan Zemmour mengatakan kepada AFP bahwa gerakan itu "naluriah" pada akhirnya.

"Dia memberi tahu kami, 'Saya dihina, saya ditunjukkan jari (tengah) jadi saya merespons'," sumber itu menjelaskan sebagaimana dilansir RT.

Dikenal karena retorika anti-migran dan anti-Islamnya yang berapi-api, Zemmour melonjak dalam jajak pendapat pada Oktober. Pada satu titik, sekitar 18% orang mengatakan mereka akan memilihnya di putaran pertama pemilihan presiden, yang dijadwalkan 10 April. Ini akan cukup bagi Zemmour untuk menghadapi Presiden Emmanuel Macron di putaran kedua.

Dia meraih hasil polling antara 13% dan 15% bulan ini, menurut survei terbaru yang dikutip oleh media Prancis.

Zemmour didenda beberapa kali di masa lalu karena menghasut kebencian terhadap Muslim. Dia saat ini diadili karena menyebut migran anak sebagai “pencuri, pembunuh (dan) pemerkosa.”

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini