Ridwan Kamil Lahirkan Coletot, Kolaborasi Kudapan Khas Jabar-Yogyakarta

Agung Bakti Sarasa, Koran SI · Rabu 01 Desember 2021 18:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 01 340 2510419 ridwan-kamil-lahirkan-coletot-kolaborasi-kudapan-khas-jabar-yogyakarta-pJWNbTM1SR.jpg Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil saat mencoba coletot (foto: dok Pemprov Jabar)

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil melahirkan coletot, sebuah nama makanan hasil kolaborasi kudapan khas Jawa Barat dan Yogyakarta. Kudapan yang dibuat oleh Chef Hardian Eko Nurseto itu pun diapresiasi Ketua DPP PUTRI Daerah Istimewa Yogyakarta, G.K.R Bendara.

Coletot sendiri merupakan jenis fussion food atau penggabungan kudapan khas Jabar, colenak dan gatot yang merupakan makanan khas Yogyakarta. Keunikan coletot tak hanya dari rasanya yang manis dan sedikit asam, namun juga memiliki tekstur yang kenyal.

Baca juga:  Intip Sumber Kekayaan Ridwan Kamil Berharta Rp6,6 Miliar

Gabungan kedua kudapan khas itu bisa terasa ringan di lidah dengan kehadiran es krim vanilla dan sangat cocok dinikmati sore hari bersama keluarga atau sebagai hidangan penutup saat menjamu tamu.

Ridwan Kamil pun mengaku terkesan dengan kudapan khas yang unik itu. Nama coletot pun dia lahirkan secara spontan setelah mencicipi kudapan itu.

"Saya kasih nama coletot. Ini makanan enak, cocok dimakan sore hari. Nanti saya minta ini ada di Gedung Pakuan (Rumah Dinas Gubernur Jawa Barat)," tutur Ridwan Kamil di sela kunjungan acara Jabar Motekar di Jogja Museum Nasional (JMN), Rabu (1/12/2021).

Baca juga:  Terima Penghargaan Indonesia Awards 2021, Ridwan Kamil: Bekerja karena Kewajiban dan Kemuliaan

"Saya kasih nilai 9 untuk makanan ini. Ini hasil kolaborasi dua makanan khas daerah yang dieksekusi dengan baik. Rasa manisnya pas. Coletot ini lahir dari gabungan budaya Sunda dan Jawa. Rasa bintang lima harga kaki lima," katanya.

G.K.R Bendara pun mengaku puas dengan hasil inovasi makanan yang diberi nama coletot tersebut. Senada dengan Ridwan Kamil, dia pun menyebut coletot cocok dengan lidah orang Indonesia.

Putri bungsu atau anak kelima dari pasangan Sri Sultan Hamengkubuwono X dan GKR Hemas itu bahkan meminta porsi tambahan.

"Saya kasih nilai 9,5 kalau ada porsi tambahan,” kata dia sembari tertawa.

Terpisah, Chef Hardian Eko Nurseto mengatakan bahwa terciptanya coletot dilatarbelakangi ide untuk menggabungkan dua kebudayaan. Di sisi lain, dia ingin mengenalkan kembali potensi olahan makanan fermentasi.

"Melalui singkong, nenek moyang kita itu mengembangkan teknologi fermentasi untuk mengolah makanan. Nah, si teknologi fermentasi ini kita bisa lihat tergantung sama kebudayaannya. Di Sunda itu jadinya peyeum, sama-sama singkong deh di fermentasi jadi peyeum. Di jogja jadinya gatot," terang dia.

"Nah saya coba blend kan dua kebudayaan itu. Citarasa gatot ini kan kenyal ya, sementara peyeum itu manis, tapi empuk. Saat disatukan, ada tekstur yang menarik gitu. Jadi selain tekstur ada empuk, ada kenyal. Lalu saya bikin semprong di atasnya, itu juga untuk ngasih tekstur lain di hidangan ini. Es krim ada untuk memberikan keseimbangan rasa," jelas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini