Share

AS Laporkan Kasus Pertama, Covid-19 Varian Omicron Telah Menyebar ke 20 Negara

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 02 Desember 2021 07:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 02 18 2510601 as-laporkan-kasus-pertama-covid-19-varian-omicron-telah-menyebar-ke-20-negara-R4dKBGZYXc.jpeg Foto: Reuters.

WASHINGTON – Amerika Serikat (AS) mendeteksi kasus pertama Covid-19 varian Omicron di negara itu pada seorang pasien di California pada Rabu (1/12/2021). Kasus ini menambah panjang daftar negara yang telah mengonfirmasi masuknya varian Omicron. 

Pejabat kesehatan masyarakat mengatakan orang yang terinfeksi memiliki gejala ringan yang membaik. Orang itu kembali ke AS dari Afrika Selatan pada 22 November dan dinyatakan positif Covid-19 tujuh hari kemudian.

BACA JUGA: Brasil Laporkan Kasus Covid-19 Varian Omicron, Pertama di Amerika Latin

Dalam keterangan kepada wartawan di Gedung Putih, Pejabat Tinggi Urusan Penyakit Menular AS, Dr. Anthony Fauci mengatakan bahwa pasien itu telah divaksinasi lengkap Covid-19, tetapi tidak mendapat suntikan booster.

BACA JUGA: Arab Saudi Temukan Kasus Pertama Virus Covid-19 Omicron

Orang itu telah ditempatkan dalam karantina dan semua kontak dekat pasien dinyatakan negatif, katanya sebagaimana dilansir Reuters.

Para ahli mengatakan varian Omicron telah bermutasi, meningkatkan kemampuannya menyebar dan memberikan resistensi terhadap vaksin. Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan perlu beberapa pekan untuk meneliti varian baru ini.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Omicron telah ditemukan di lebih dari 20 negara, termasuk beberapa di Eropa ditambah Kanada, Australia, Jepang, Hong Kong dan Arab Saudi.

AS belum mendeteksi transmisi komunitas Omicron. Di sebagian besar negara, penularan Covid tetap tinggi tetapi kasus baru tetap stabil selama dua minggu terakhir, menurut penghitungan Reuters.

AS telah melarang masuknya hampir semua pelancong yang telah berada di salah satu dari delapan negara di Afrika selatan. Pada Selasa (30/11/2021), Pusat Pencegahan dan Pengendalaian Penyakit AS (CDC) mengarahkan maskapai penerbangan untuk mengungkapkan nama dan informasi lain dari penumpang yang pernah ke negara-negara tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini