4 Fakta Mengejutkan Mahasiswi Hina Anak Kubu, Nomor 2 Diganjar Sanksi Adat

Tim Okezone, Okezone · Kamis 02 Desember 2021 17:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 02 340 2510984 4-fakta-mengejutkan-mahasiswi-hina-anak-kubu-nomor-2-diganjar-sanksi-adat-E7PAV2lVjC.jpg Viral mahasiswi diusir karena hina desa/medsos

JAMBI – Rekaman mahasiswi Universitas Jambi (Unja) diduga menghina Desa Kubu Kandang, Batanghari, Jambi viral di media sosial. Dalam video berdurasi 16 detik, terlihat mahasiswi mencela nama Desa Kubu Kandang tempat mereka menjalani kuliah kerja nyata (kukerta/KKN).

Desa tersebut berada di Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari, Jambi. Sedangkan video penghinaan direkam di suatu minimarket setempat.

(Baca juga: Heboh Mahasiswi di Jambi Hina Desa Tempatnya KKN, Sanksi Adatnya Mengejutkan)

"Woy-woy anak kubu, anak kubu, anak kubu, anak Kubu Kandang Ha-ha-ha,” ucap satu diantara mahasiswi yang bercanda ke mahasiswi lainnya.

Okezone merangkum sejumlah fakta peristiwa tersebut, Kamis (2/12/2021).

(Baca juga: Viral Mahasiswi Hina Anak Kubu, Kepala Desa: Kita Sidang Adat!)

1. Sidang Adat

Kepala Desa Kubu Kandang, Harun mengatakan, pihaknya menggelar sidang terhadap mahasiswi yang menghina desanya.

“Kita sudah melakukan sidang adat untuk menyelesaikan masalah Mahasiswa Kukerta yang mencela nama Desa Kubu Kandang. Karena di desa kami ada hukum dan adat terkait sanksi dan denda pelecehan nama Desa Kubu Kandang,” ungkap Kepala Desa Kubu Kandang, Harun, beberapa waktu lalu.

2. Bayar Denda Adat

Mahasiswi penghina anak kubu menerima sanksi adat serta membayar denda dari desa. Mereka juga diwajibkan untuk membayar denda adat macam kambing beserta selemak semanis, pisau sebilah, kain putih sekabung, asam-asaman, dan sirih seminang. Mereka juga masih diizinkan untuk melanjutkan KKN mereka di desa tersebut.

3. Permintaan maaf mahasiswi

Semua mahasiswi tersebut juga sudah meminta maaf terkait tindakan mereka membawa nama desa ini sebagai bahan ejekan.

“Mahasiswa KKN Posko sembilan di Desa Kubu Kandang menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat Desa Kubu Kandang dan masyarakat Kabupaten Batanghari,” ujar seorang mahasiswa di Kantor Desa Kubu Kandang.

4. Pihak Universitas Angkat Bicara

Pihak Universitas Jambi mengungkapkan bahwa permintaan maaf kepada desa tersebut. Hal ini diharapkan tidak akan memperkeruh hubungan antara Desa Kubu Kandang dengan Universitas Jambi.

Pihak universitas juga memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada perangkat desa, tokoh adat, tokoh masyatakat yang bisa memfasilitasi dan mediasi, sehingga permasalahan itu bisa diselesaikan dengan baik,” tutur Koordinator Pusat Pelaksanaan Kukerta LPPM Universitas Jambi, Ridhwan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini