Share

Pakar: Pilot MH370 Mungkin Sandera Penumpang Sebelum Jatuh ke Laut, Ada Motif Politik

Susi Susanti, Okezone · Senin 06 Desember 2021 18:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 06 18 2512819 pakar-pilot-mh370-mungkin-sandera-penumpang-sebelum-jatuh-ke-laut-ada-motif-politik-Ws2Ax2YPnM.jpg Pakar ungkap penumpang pesawat MH370 disandera sebelum pesawat jatuh ke laut (Foto: YouTube)

INGGRIS – Seorang pakar asal Inggris mengatakan pilot mungkin telah menyandera penumpang pesawat MH370 sebelum kecelakaan terjadi. Hingga saat ini, para penumpang yang menghilang di atas Samudera Hindia pada 2014 itu belum ditemukan.

Richard Godfrey, 71, telah menggunakan teknologi pelacakan baru untuk mencoba menemukan pesawat. Dia yakin telah menemukan Boeing 777 milik Malaysian Airlines, sekitar 1.200 mil sebelah barat Perth, Australia. Pesawat ini jatuh dengan semua 239 penumpang dan awak di dalamnya.

The Times melaporkan setelah mempelajari pesawat itu, dan sedikit detail tentang apa yang terjadi saat pesawat itu menghilang, dia percaya bahwa Kapten Zaharie Ahmad Shah memiliki “motif politik”.

Pilot diketahui adalah teman pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim, yang dijatuhi hukuman lima tahun penjara atas tuduhan sodomi sehari sebelum penerbangan.

Dia juga mengklaim bahwa beberapa detail dirahasiakan oleh para pemimpin Malaysia.

Baca juga: Ahli Dirgantara Inggris Klaim Temukan Lokasi MH370, Desak Pencarian Baru Dilakukan 

“Pandangan saya saat ini adalah bahwa kapten membajak dan mengalihkan pesawatnya sendiri,” terangnya.

Dia mengatakan hal ini mengacu pada pola penahanan selama 22 menit yang telah membingungkan para ahli penerbangan sepanjang waktu.

“Apakah itu cukup untuk membuat Zaharie menyandera penumpangnya adalah spekulasi murni, dan saya tidak punya bukti untuk itu,” lanjutnya.

Baca juga: Teknologi Terbaru Buka Harapan Ungkap Misteri Hilangnya Pesawat MH370

“Mungkin entah bagaimana negosiasi itu salah dan dia akhirnya terbang ke bagian terjauh dari Samudra Hindia selatan,” ungkapnya.

“Bagi saya, jelas masih ada informasi tertentu yang dirahasiakan, terutama oleh pemerintah Malaysia,” terangnya.

Godfrey mengatakan dirinya menemukan bukti yang menunjukkan pilot telah "merencanakan" rute, yang dapat menambah bahan bakar untuk klaim pembajakan.

Menurut ahli yang tinggal di Jerman ini, reruntuhan berada sekitar 13.000 kaki di bawah permukaan laut, di daerah yang disebut Broken Ridge.

Dia mengklaim bahwa dia “sangat yakin” telah menemukan lokasi kecelakaan, yang bukan merupakan bagian dari area pencarian awal tahun 2015.

Sejak pesawat itu menghilang, sekitar 33 keping puing dari pesawat telah terlihat di enam negara, tetapi puing-puing utuh tidak pernah ditemukan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini