Share

AS Boikot Olimpiade Beijing 2022, China: Memang Tidak Diundang

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 07 Desember 2021 10:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 07 18 2513096 as-boikot-olimpiade-beijing-2022-china-memang-tidak-diundang-84WOXJQcQJ.jpg Foto: Reuters.

WASHINGTON China merespons langkah boikot diplomatik Amerika Serikat (AS) terhadap Olimpiade Musim Dingin 2022 di Beijing dengan mengatakan bahwa pemimpin AS memang tidak diundang ke acara tersebut. China juga mengecam pengumuman boikot AS sebagai sebuah ‘manipulasi politik’.

BACA JUGA: AS Umumkan Boikot Diplomatik Olimpiade Beijing 2022

Juru Bicara Kedutaan Besar China di AS, Liu Pengyu mengatakan keputusan boikot AS itu bertentangan dengan "semangat" Olimpiade, meski menambahkan bahwa langkah tersebut tidak akan memiliki efek negatif pada pesta olahraga empat tahunan yang akan digelar pada Februari 2022 itu.

“Tindakan sok seperti itu hanyalah manipulasi politik dan distorsi serius dari semangat Piagam Olimpiade. Faktanya, tidak ada yang akan peduli apakah orang-orang ini datang atau tidak, dan itu tidak berdampak apa pun pada Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 yang akan diselenggarakan dengan sukses,” katanya sebagaimana dilansir Reuters.

BACA JUGA: Presiden AS dan China Lakukan Pembicaraan Telepon Pertama dalam 7 Bulan

“Tidak ada undangan yang diberikan kepada politisi AS, jadi 'boikot diplomatik' ini muncul tiba-tiba,” tambahnya.

Langkah boikot diplomatik yang diumumkan Gedung Putih pada Senin (7/12/2021) ini tidak akan mempengaruhi atlet-atlet AS, yang masih dapat mengikuti dan bertanding di Olimpiade Musim Diingin 2022.

Langkah ini dipastikan akan semakin memperkeruh hubungan yang sudah berada di titik terendah dalam beberapa dekade. Kementerian Luar Negeri China mengecam langkah itu segera setelah diumumkan dan memperingatkan akan tindakan balasan yang tegas.

Selain AS beberapa negara juga telah mempertimbangkan langkah boikot diplomatik terhadap Olimpiade Beijing 2022. Selandia Baru telah mengumumkan tidak akan mengirimkan diplomatnya ke pesta olahraga empat tahunan itu, sementara Australia belum memberikan komentar resmi terkait hal ini.

Sejauh ini Presiden Rusia Vladimir Putin menjadi satu-satunya pemimpin negara besar yang telah menerima undangan dari China.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini