Habiskan Waktu 15 Tahun, Fotografer Ini Abadikan Kehidupan Geng Narkoba yang Keras

Vanessa Nathania, Okezone · Selasa 07 Desember 2021 18:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 07 18 2513457 habiskan-waktu-15-tahun-fotografer-ini-abadikan-kehidupan-geng-narkoba-yang-keras-MREXbaEmeq.jpg Fotografer abadikan kehidupan geng di Meksiko (Foto: Jean-Felix Fayolle)

MEKSIKO - Fotografer Jean-Felix Fayolle telah menghabiskan waktu 15 tahun terakhirnya untuk mengambil foto geng narkoba di Meksiko. Dia mendokumentasikan kehidupan  kartel narkoba yang  brutal masuk, menyebabkan kekerasan dan pertumpahan darah.

Dia berhasil mengabadikan semua yang terjadi dalam kehidupan geng di Meksiko itu setelah mendapatkan kepercayaan dan rasa hormat dari mereka. Proyek Jean-Félix disebut "Hecho En Barrio" dan diterjemahkan menjadi "Made In The Hood".

Baru-baru ini dia meluncurkan kampanye Kickstarter saat ia ingin mengubah proyek koleksi fotonya menjadi sebuah buku.

Dia banyak mengambil gambar di lingkungan Pavon di Soledad dari Graciano Sanchez dan San Luis Potosi. Dia melihat secara langsung perubahan saat kartel masuk, mengerahkan kekuasaan atas geng jalanan.

 Baca juga: Geng Meksiko Lakukan Eksekusi Massal, Suruh Korban Berbaris di Hutan Sebelum Dieksekusi

Gambar-gambarnya yang keras dan kasar menunjukkan anggota geng bertato berat, bersenjata, penggunaan narkoba, dan semangat komunitas.

“Ketika saya tiba, geng-geng jalanan kecil itu menjual narkoba mereka sendiri secara mandiri,” terangnya.

“Kekerasan terjadi di antara geng-geng yang saling mengenal ini, terutama pada akhir pekan ketika mereka bosan, mabuk, dan menggunakan narkoba. Terkadang ada orang yang terluka dan terkadang ada yang mati karena perkelahian jalanan karena alasan yang tidak masuk akal,” lanjutnya.

 Baca juga: Geng Narkoba Baku Tembak di Resor Wisata Bintang Lima, Setidaknya 2 Orang Tewas

“Antara 2010 dan 2012, kartel pertama tiba di kota. Kartel ini melarang geng untuk menangani narkoba atau mereka akan dibunuh. Jadi pembunuhan dimulai. Setelah kartel pertama ini, datang kartel kedua, menyuruh pengedar narkoba bekerja untuk mereka daripada yang lain atau mereka akan ditembak,” ujarnya.

“Jadi ini memulai gelombang kekerasan besar lainnya dengan banyak pembunuhan. Setelah ini, situasinya semakin buruk. Kartel baru datang ke kota, berkelahi, membunuh dengan cara yang sangat mengerikan dalam suasana teror. Tahun 2021 lebih kejam daripada tahun lalu, yang sudah menjadi salah satu tahun paling kejam di Meksiko,” ungkapnya.

Diketahui, Meksiko mengalami ratusan kematian akibat kekerasan. Menurut Jean-Félix ratusan kematian itu hanyalah orang-orang yang ditemukan, karena banyak orang hilang begitu saja.

Dia mengatakan bahwa masalah terbesar untuk lingkungan kelas pekerja ini adalah pengenalan sabu yang dilakukan kartel pada 2015. Hal ini telah menyebabkan sejumlah masalah sosial, kesehatan dan kekerasan bagi penduduk yang berlanjut hingga hari ini.

Belum lagi penumpasan narkoba yang juga menyebabkan geng-geng tidak terlihat lagi di jalanan seperti dulu.

“Karena ledakan kekerasan, geng tidak tinggal terlalu lama di jalan demi keamanan mereka - lebih baik di tempat tertutup. Pada 2021, saya melihat terlalu banyak orang yang terbunuh, yang lainnya dipenjara, jadi sekarang lebih rumit untuk menemukan semua geng dan menghabiskan waktu bersama mereka tanpa menjadi sasaran narkotika,” teragnya.

"Jadi sekarang orang hidup dalam semacam perang melawan teror. Sepuluh tahun yang lalu semuanya lebih terbuka, bebas dan aman,” lanjutnya.

Lalu bagaiman awalnya dia bisa memoto kehidupan geng narkoba di sana? Setelah melakukan perjalanan dari rumahnya di Nantes, Prancis, dengan rekan universitasnya, Jean-Félix memulai proyeknya. Dia kebetulan bertemu sebuah geng ketika dia ingin mengambil foto sebuah rumah yang ditinggalkan.

Seorang pria dengan julukan 'Jordan' mendekat dan bertanya mengapa dia mengambil foto. Kemudian keajaiban pun terjadi. Dia diberi akses ke properti yang ditinggalkan dan dia berhadapan langsung dengan geng lokal bernama Tropilocos.

Geng itu sebetulnya bisa dengan mudah mengambil peralatan Jean-Félix, tetapi sebaliknya, mereka malah tertarik dengannya.

Mereka mengizinkannya untuk mengambil foto mereka dan dia kembali untuk memberi mereka cetakan karyanya. Mereka pun senang dan akhirnya mengundang dia untuk lebih banyak memoto.

Dia mendapatkan kepercayaan dari pengalaman ini untuk terhubung dengan geng lain melalui perkenalan.

Setelah membangun hubungan, dia dipercaya untuk memotret anggota keluarga mereka dan di masa kerjanya, dia menyaksikan anggota geng bertambah tua dan terkadang melihat anak-anak mereka masuk ke dalam lingkaran kejahatan.

“Saya tidak pernah kesulitan memotret, saya selalu disambut dan diundang. Ada hubungan hormat yang kuat dan anggota geng selalu menjaga saya. Tapi itu karena mereka memutuskan untuk mengundangku,” ujarnya.

“Jika saya pergi ke suatu tempat tanpa mengenal siapa pun atau jika tidak ada yang tahu pekerjaan yang saya lakukan, itu akan sangat berbeda. Anda tidak bisa begitu saja seperti ini, apalagi sekarang di tahun 2021 ketika segalanya lebih rumit,” terangnya.

“Saya kadang-kadang takut tetapi tidak secara langsung oleh geng-geng yang menghabiskan waktu bersama saya. Karena terkadang, hal-hal yang terjadi di sini lebih buruk daripada di film-film buruk tentang narkotika,” ungkapnya.

"Saya bisa memotret geng lawan, tetapi mereka mengerti bahwa itu adalah pekerjaan saya sehingga mereka tidak masalah dengan itu. Mereka merasa senang menjadi bagian dari proyek, bahkan jika mereka akan ditampilkan di sebelah geng lawan,” jelasnya.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini