Share

Viral! 2 Pelajar Baku Hantam hingga Ditonton Banyak Orang

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Selasa 21 Desember 2021 00:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 20 340 2520021 viral-2-pelajar-baku-hantam-hingga-ditonton-banyak-orang-E0wy1x7Tvb.jpg Illustrasi (foto: dok Sindo)

ASAHAN - Dua orang pelajar terlibat perkelahian di areal perkebunan karet di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.

Duel kedua pelajar itu sempat direkam oleh pelajar lain dan menjadi viral setelah diunggah ke media sosial dan disebar ke jaringan perpesanan WhatsApp.

Baca juga:  4 Fakta Puluhan Penumpang Mengamuk di Bandara Soetta, Delay Jadi Biang Kerok

Dari video yang dilihat, Senin (20/12/2021), terlihat kedua pelajar itu saling baku hantam. Mereka saling bertukar pukulan dan tendangan.

Puluhan rekan mereka yang menyaksikan perkelahian itu sama sekali tak berupaya untuk melerai. Mereka justru bersorak soray sehingga membuat arena perkelahian itu mirip bak arena sabung ayam.

Informasi yang dihimpun kedua pelajar yang terlibat duel merupakan siswa Madrasah Aliyah Negeri(MAN) Asahan. Perkelahian itu berlangsung Jalan Pabrik Benang, Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kota Kisaran Barat, Kabupaten Asahan.

Baca juga:  Viral! Hijaber Cantik Dikeroyok di Kuburan China

Hal tersebut pun dibenarkan oleh Kepala sekolah MAN Asahan Ramli. Ia mengatakan, kedua pelajar yang terlibat perkelahian itu berinisial A dan F.

"Benar. Kejadiannya di luar sekolah, mereka masih menggunakan atribut sekolah. Saat ini kedua siswa tersebut sudah dikeluarkan dari sekolah, dan dikembalikan ke orang tuanya masing-masing," ujar Ramli, Senin (20/12/2021).

Perkelahian itu, katanya, disebabkam karena persoalan sepele. Keduanya saling melirik dan kemudian terlibat saling memaki.

Namun, yang paling disayangkan oleh pihak sekolah adalah, A merupakan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) di MAN Asahan. Yang mana seharusnya A memberikan contoh yang baik kepada teman-temannya.

"Kami sayangkan ketua osis yang seharusnya menjadi contoh dan dapat mengayomi rekan-rekannya, malah dia yang mencoreng sekolah," terang Ramli.

Selain A dan F, teman-temannya yang berjumlah delapan orang juga ikut dikeluarkan. Dikarenakan kedepalan pelajar itu diduga ikut memanas-manasi dan juga memviralkan video perkelahian tersebut.

"Yang hanya melihat dan tidak ikut memanasi kami berikan buat surat pernyataan dan bila terlibat kembali akan kami keluarkan," paparnya.

Para orangtua pun dipanggil sebelum sekolah mengambil langkah tegas. Para orang tua siswa yang hadir mendengarkan keterangan dari anak-anaknya.

"Agar orang tuanya tau kesalahan anak-anaknya dan mengetahui alasan kami kembalikan ke orang tuanya," katanya.

Hal itu dilakukan, Lanjut Ramli, karena mereka tidak ingin ada stigma negatif terhadap sekolah. Sebab, mereka menanamkan kepada siswa harus bersikap baik.

"Kalau tidak kita keluarkan, anak tersebut juga akan kasihan. Dia akan tinggal kelas karena penilaian sikap sudah tidak lulus," tandas Ramli.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini