Share

BNPB Minta Warga dan Pemda Waspadai Potensi Banjir dan Tanah Longsor di Tahun Baru

Kiswondari, Sindonews · Minggu 26 Desember 2021 13:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 26 340 2522816 bnpb-minta-warga-dan-pemda-waspadai-potensi-banjir-dan-tanah-longsor-di-tahun-baru-5COXMftcyv.jpg Foto: BNPB.

JAKARTA Bencana hidrometeorologi basah melanda dua wilayah di Provinsi Sumatera Selatan, menurut informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Banjir melanda Kota Palembang, sementara tanah longsor teridentifikasi di Kabupaten Lahat.

Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palembang, banjir di wilayahnya terjadi setelah hujan lebat menguyur beberapa kecamatan. Hujan dengan intensitas tinggi ini menyebabkan debit air anak Sungai Musi meluap.

BACA JUGA: Tak Ada Korban dalam Bencana Banjir Palembang dan Tanah Longsor Lahat

"Kondisi tersebut diperburuk oleh faktor drainase kota yang kurang optimal. Banjir yang berlangsung pada Sabtu (25/12/2021) dini hari, pukul 04.00 WIB, terpantau 60 hingga 100 cm," kata Abdul Muhari dalam keterangannya kepada wartawan, pada Minggu (26/12/2021).

Muhari menjelaskan, BPBD Kota Palembang mencatat lima kecamatan terdampak banjir tersebut, yaitu Kecamatan Seberang Hulu I, Seberang Hulu II, Sukarame, Kemuning dan Ilir Barat I. Tim Reaksi Cepat BPBD masih melakukan pendataan jumlah warga terdampak di lokasi kejadian.

Namun demikian, belum terpantau adanya warga yang mengungsi. Untuk itu, pemerintah daerah (pemda) dan aparat diminta untuk bersiaga.

BACA JUGA: Update Bencana di Sumsel: Banjir Kepung Palembang dan Longsor Putus Akses Jalan di Lahat

"Merespons kejadian ini, BPBD dibantu TNI, Polri dan aparat desa tetap bersiaga terhadap potensi banjir susulan. Prakiraan cuaca di beberapa kecamatan terdampak masih berpotensi hujan ringan pada lusa (27/12/2021) seperti di Seberang Ulu I, Ilir Barat I, Sukarame dan Kemuning," jelasnya.

Sementara itu, sambung Muhari, tanah longsor di Kabupaten Lahat terjadi pada Jumat (24/12/2021), pukul 19.36 WIB. Gerakan tanah dipicu oleh hujan deras dan kondisi tanah labil sehingga material longsor terjadi di jalur lalu lintas antara Lahat dan Pagar Alam. Peristiwa ini terjadi di wilayah administrasi Desa Jati, Kecamatan Pulau Pinang.

"BPBD Kabupaten Lahat dan Dinas Pekerjaan Umum melakukan pembersihan material dengan alat berat. Sedangkan TNI dan Polri membantu pengamanan di sekitar lokasi. Material longsor tersebut menutup beberapa titik ruas jalan sepanjang 100 meter," terangnya.

Berdasarkan analisis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kata Muhari, wilayah Pulau Pinang memiliki potensi gerakan tanah menengah hingga tinggi. Sebanyak 11 kecamatan lainnya di Kabupaten Lahan teridentifikasi berpotensi gerakan tanah menengah hingga tinggi, sedangkan Kecamatan Tanjung Sakti Pumi dan Tanjung Sakti Pumu memiliki potensi tinggi.

Oleh karena itu, dia menambahkan, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk selalu waspada dan siap siaga terhadap potensi bahaya hidrometeorologi basah, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang, khususnya jelang puncak musim hujan pada Januari 2022 hingga Februari 2022.

"Pemerintah daerah melalui BPBD diharapkan dapat menginformasikan peringatan dini cuaca kepada masyarakat di tingkat desa dan melakukan upaya-upaya pencegahan maupun mitigasi sejak dini, seperti pengecekan tanggul atau pun kawasan yang tanahnya labil, penguatan lereng tebing dengan vegetasi dan struktur keras, pembersihan drainase atau pun pemangkasan ranting pohon di ruang publik," pungkas Muhari.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini