Share

Jenazah Korban Pembunuhan Dibawa ke Mapolresta Sorong Kota, Kapolres: Kita Akan Tangkap Pelakunya!

Chanry Andrew S, iNews · Selasa 28 Desember 2021 09:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 28 340 2523577 jenazah-korban-pembunuhan-dibawa-ke-mapolresta-sorong-kota-kapolres-kita-akan-tangkap-pelakunya-nwC79A2FnI.jpg Kapolresta Sorong Kota, AKBP Ary Nyoto saat memarahi keluarga korban pembunuhan (foto: MNC Portal/Andrew Chan)

SORONG - Kapolresta Sorong Kota, AKBP Ary Nyoto Setiawan murka ketika sejumlah orang membawa jenazah ke Mapolresta Sorong Kota. Jenazah tersebut adalah Irfan Warfandu, korban pembunuhan. Kedatangan para kerabat korban dengan membawa jenazah membuat adu mulut antara pihak kerabat korban dan polisi.

"Kalian tidak usah minta ke saya (penyelidikan dan pengungkapan kasus pembunuhan) itu sudah kerjaan (tugas) saya. Saya cari itu pelakunya pasti, ini kita proses, kita cari, tangkap, ini kita sedang kerja. Sebelum kalian datang ke sini, sejak anggota kita menerima laporan, kita sudah bekerja dari awal, kita kerja cepat dan korban kita antar ke rumah sakit, proses di TKP kita lakukan, semua kita kerja," tegas Ary kepada warga.

Baca juga:  Jenazah Korban Pembunuhan Dibawa ke Kantor Polisi, Kapolres Sorong Murka

Ary bahkan menyesalkan sikap warga atau kerabat korban yang tidak menghargai Jenazah yang seharusnya langsung di makamkan, malah di bawa ke kantor Polisi.

"Kalian lebih baik bawa jenazah ini untuk dimakamkan, kalian tidak menghargai jenazah, jangan jadi kebiasaan bawa-bawa jenazah ke kantor Polisi, kasihan itu jenazah sudah di bersihkan, di sholati, kan harusnya langsung di makamkan, ini tidak bagus cara-cara Kalian seperti ini dan jadi kebiasaan, apa-apa sedikit jenazah di bawa ke kantor Polisi. Itu tidak boleh," tuturnya.

Baca juga:  Terbakarnya Kapal Penumpang KM Fajar Mulia 8 Tak Ada Korban Jiwa

Setelah mendapatkan penjelasan dari pihak kepolisian setempat, pihak keluarga korban langsung balik kanan dan membawa korban untuk di makamkan. Kapolresta Sorong Kota, AKBP Ary Nyoto Setiawan kepada wartawan mengatakan pihaknya sejak awal mendapatkan laporan langsung bergerak untuk melakukan evakuasi jenazah, olah TKP dan terus melakukan penyelidikan.

"Awal kan (mendapat laporan) kita sudah langsung ke TKP. Sampai kita ambil itu, bawa jenazah dari pinggir sungai tadi, kita Evakuasi ke rumah sakit. Dan sudah di visum, dari hasil visum tadi diketahui ada 30 luka tusukan penganiayaan," ujarnya.

Kata Ary, pihaknya sudah bekerja sejak awal mendapatkan laporan penemuan mayat tersebut. Termasuk memeriksa saksi dan HP korban. Polisi juga menyebutkan terdapat 30 luka tusukan pada tubuh korban. Hal ini sesuai hasil visum pihak Rumah Sakit.

"Kita sudah mintai keterangan, sementara saksi yah, dari pihak keluarga, yakni adik korban yah, terkait tadi malam itu Saudara Irfan ini pamit kemana. Juga tadi kita lakukan pengecekan terhadap HP korban, memang hp korban itu nggak ada (saat olah TKP) jadi kita sudah minta ke keluarganya, nomor HP, lalu kita tindak lanjuti. Dari dugaan sementara, korban penganiayaan, jadi masih dugaan sementara yah, karena ada ditemukan tanda-tanda atau bekas lukanya banyak," ujarnya.

Ary meminta kepada masyarakat untuk mempercayakan kasus ini kepada pihak Kepolisian. Dan tetap tenang dan tidak terpengaruh dengan informasi atau provokasi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

"Tetap kita kerja (penyelidikan) pengungkapan kasus ini, masyakarat intinya ini polisi sedang bekerja, ini bukan hal (kasus) biasa yah, sudah terkait dengan nyawa, jadi kita tidak membiarkan ini, pasti kita kerja dan kejar pelaku," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini