Share

Polisi Gagalkan Peredaran Sabu 1 Kilogram Asal China

Avirista Midaada, Okezone · Kamis 06 Januari 2022 12:56 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 06 519 2528245 polisi-gagalkan-peredaran-sabu-1-kilogram-asal-china-ep3MZMaZu7.jpg Illustrasi (foto: dok Okezone)

KOTA MALANG - Peredaran narkoba jenis sabu asal negeri China di Kota Malang berhasil digagalkan polisi. Dari kasus tersebut polisi mengamankan satu orang kurir narkotika berinisial MRD (24) saat akan mengedarkan barang.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Budi Hermanto mengungkapkan, terduga pelaku yang merupakan kurir narkotika diamankan pada 2 Januari 2022 sekitar pukul 21.00 WIB, di Jalan Kopral Usman, atau sekitar kawasan Pasar Besar Kota Malang. Dari seorang pelaku ini polisi berhasil mengamankan sabu yang belum sempat diedarkan, serta ganja kering yang dari penuturan tersangka sudah diedarkan.

"Dengan barang bukti sabu seberat 1,04 kilogram yang kedua ganja dengan total dua kilogram di dalam perkara ini diamankan satu orang pelaku," kata Budi Hermanto, saat memimpin rilis di Mapolresta Malang Kota, Kamis (6/1/2022).

Baca juga:  Tembak Mati Bandar Narkoba 4 Kg di Pamulang, Polisi: Pelaku Menabrak Pengguna Jalan

Sementara itu, Kasatnarkoba Polresta Malang Kota Kompol Danang Yudanto mengindikasikan, barang bukti sabu yang diamankan diamankan berasal dari negara Cina. Hal ini terlihat dari kemasan barang yang dibungkus teh Cina, dengan ada beberapa tulisan huruf mandarin.

"Barang dari kemasan yang dari pola-pola yang ada, dan ciri khas yang ada pada barang tersebut indikasi dari Cina. Setiap produsen punya karakteristik sendiri. Jadi itu kita jadikan bahwa barang itu berasal dari mana. Kalau, rekan - rekan bisa lihat tadi ada label - label ritel A, bungkusannya teh Cina, itu barang terindikasi dari pola-pola yang sudah kita ketahui dari Cina," ujar Danang.

Baca juga:  Ditembak Mati, Polisi Sita 4 Kilo Sabu dari Bandar Narkoba di Tangsel

Menurutnya, terbongkarnya peredaran narkotika asal Cina berkat adanya informasi dari masyarakat, mengenai dugaan barang haram yang masuk saat memanfaatkan momen pergantian tahun ke Kota Malang.

"Akhirnya anggota kita sebar lebar, Alhamdulillah kita dapat informasi tentang posisi barang, dan juga siapa yang membawa, menjadi kurirnya. Akhirnya, kita lakukan (pembuntutan) dari luar area Kota Malang, sampai akhirnya dia sudah masuk ke Kota Malang, kita lakukan penangkapan di timurnya Mal Matahari, Pasar Besar," katanya.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

Dari hasil pemeriksaan, tersangka MRD diketahui telah lima kali mengedarkan narkotika baik sabu maupun ganja di wilayah Kota Malang dan luar Malang. Dimana sekali mengedarkan narkotika ia diberikan upah Rp 2,5 juta oleh bandar besar, yang saat ini masih dalam pendalaman kepolisian.

"Tetapi yang kemarin - kemarin masih relatif kecil. Kemudian yang ini agak besar. Dia lima kali diperintah oleh pengendalinya, ada beberapa lokasi di luar Malang juga, tetapi dia warga Malang," tutur dia.

Pihaknya kini masih mendalami termasuk mencari pemasok utama alias sang bos dari MRD. Sebab terindikasi adanya jaringan peredaran narkotika yang begitu masif dari luar daerah.

"Kita dalami apakah dia mengendarakan ketika dia masih di luar Malang, atau ketika dia sudah diedarkan di kota malang. Sementara yang kita amankan satu pelaku. Mungkin dikembangkan di jaringan - jaringan di atasnya. Tinggal nunggu waktu saja, kita mapping, kita lakukan penyelidikan lagi," bebernya.

Akibat perbuatannya MRD, dijerat dengan Pasal 111 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) Undang - Undang Nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini