Kebakaran Gedung Apartemen New York Tewaskan 19 Orang, Termasuk 9 Anak

Agregasi VOA, · Senin 10 Januari 2022 10:48 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 10 18 2529778 kebakaran-gedung-apartemen-new-york-tewaskan-19-orang-termasuk-9-anak-ovSCqLGBvl.jpg Orang berjalan di lokasi kebakaran apartemen di Bronx, New York, Amerika Serikat, 9 Januari 2022. (Foto: Reuters)

NEW YORK — Pemanas ruangan yang korslet memicu kebakaran di sebuah bangunan apartemen di Bronx, New York, Amerika Serikat (AS) pada Minggu (9/1/2022). Insiden itu menewaskan 19 orang, termasuk 9 anak-anak, dan merupakan salah satu yang terburuk dalam catatan kota tersebut.

BACA JUGA: Kebakaran Besar di Colorado Hancurkan 500 Rumah, Paksa 30.000 Penduduk Dievakuasi

Penasihat Senior Walikota Eric Adams, Stefan Ringel, pada Minggu mengonfirmasi jumlah korban tewas ini kepada kantor berita Associated Press, sementara seorang pejabat kota yang tidak berwenang berbicara kepada publik mengukuhkan jumlah anak-anak yang menjadi korban.

Dalam konferensi pers Minggu siang, Komisioner Departeman Pemadam Kebakaran New York (FDNY) Daniel Nigro mengatakan puluhan orang luka-luka dalam kebakaran di Bronx itu, dan setidaknya 13 orang dalam kondisi kritis.

Menurut FDNY, sekitar 200 petugas pemadam kebakaran berusaha keras memadamkan api yang membakar apartemen Twin Park yang memiliki 19 lantai di East 181st Street itu.

BACA JUGA: 200 Orang Dievakuasi dari Kebakaran Hutan di California

Komisioner Departeman Pemadam Kebakaran New York (FDNY) Daniel Nigro mengatakan kebakaran itu "dipicu oleh sebuah pemanas ruangan elektrik yang mengalami korslet" di sebuah unit apartemen. Api kemudian menjalar ke sepanjang lantai dua dan tiga dari bangunan 19 lantai itu. Pintu apartemen itu terbuka, sehingga asap menyebar dengan cepat ke seluruh bangunan itu, kata Nigro.

Sejumlah warga, yang terperangkap dalam apartemen mereka, memecahkan jendela untuk mencari udara segar dan memasang handuk basah di bawah pintu.

Seorang pria yang diselamatkan oleh petugas damkar mengaku bahwa ia sempat mengabaikan bunyi alarm kebakaran karena begitu seringnya alarm palsu berbunyi di tempat itu.

Sebagian warga "tidak bisa menyelamatkan diri karena volume asap," kata Nigro.

Petugas pemadam kebakaran “menemukan korban di setiap lantai dan membawa mereka keluar karena serangan jantung dan gangguan pernafasan,” ujar Nigro. Ditambahkannya, “ini belum pernah terjadi di kota kami. Kami memperkirakan akan ada banyak korban jiwa.”

Nigro membandingkan kebakaran dahsyat itu dengan kebakaran klub Happy Land yang menewaskan 87 orang pada 1990 ketika seorang laki-laki membakar gedung itu setelah bertengkar dengan mantan pacarnya dan diusir keluar dari klub itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini