Bayi yang Hilang Saat Evakuasi Kabul Dipertemukan Kembali dengan Keluarganya

Agregasi BBC Indonesia, · Senin 10 Januari 2022 15:15 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 10 18 2529988 bayi-yang-hilang-saat-evakuasi-kabul-dipertemukan-kembali-dengan-keluarganya-tZ6X2CqRru.jpg Mohammad Qasem Razawi menggendong cucunya Sohail AHmadi. (Foto: Reuters)

KABUL - Seorang bayi laki-laki yang terpisah dari orang tuanya dalam kekacauan evakuasi Amerika Serikat (AS) dari Afghanistan berhasil dikembalikan kepada keluarganya.

Saat itu, Taliban baru saja menguasai negara tersebut pada bulan Agustus dan banyak warga Afghanistan berusaha melarikan diri.

BACA JUGA: 111 Ribu Orang Dievakuasi dari Afghanistan

Sohail Ahmadi, yang berusia dua bulan, diserahkan kepada seorang tentara Amerika di batas pagar dalam upaya melindungi sang bayi dari benturan ketika ribuan orang berjuang masuk ke bandara Kabul.

Tapi begitu keluarganya berada di dalam bandara, Sohail tidak bisa ditemukan.

Setelah upaya mencari bayi itu berakhir sia-sia, ayah Mirza Ali Ahmadi, yang pernah bekerja sebagai penjaga keamanan di kedutaan AS, ibu Suraya beserta empat anak mereka lainnya dimasukkan ke dalam penerbangan evakuasi ke AS.

Selama berbulan-bulan mereka tidak mengetahui keberadaaan putra mereka.

Menyusul laporan kantor berita Reuters tentang pencarian keluarga Sohail, pada bulan November lalu, keberadan bayi itu akhirnya terungkap di rumah seorang sopir taksi berusia 29 tahun bernama Hamid Safi.

BACA JUGA: PERISKOP 2022: Krisis Afghanistan di Bawah Pemerintahan Taliban

Safi mengatakan dia menemukan Sohail sedang sendirian dan menangis di lantai di bandara, tulis kantor berita itu. Setelah mencoba untuk menemukan keluarga anak laki-laki tersebut, Safi memutuskan untuk membawanya pulang untuk tinggal bersama istri dan anak-anaknya, dan membesarkannya sebagai putranya sendiri.

Mereka menamakan bayi itu Mohammad Abed dan mengunggah foto keluarga bersamanya di halaman Facebook milik Safi.

Ketika keberadaan Sohail dikonfirmasi, kakek bayi itu, Mohammad Qasem Razawi, yang tinggal di provinsi timur laut Badakhshan, melakukan perjalanan panjang ke Kabul untuk meminta anak itu dikembalikan.

Namun, Safi menolak untuk menyerahkan bayi itu dan menuntut agar dia dan keluarganya juga dievakuasi ke AS, menurut Reuters.

Setelah tujuh minggu negosiasi, dan penahanan singkat Safi, polisi Taliban mengatur penyelesaian antara kedua keluarga dan bayi itu dikembalikan ke kakeknya pada Sabtu (8/1/2022), lapor Reuters.

Orang tuanya mengatakan mereka sangat gembira setelah menonton reuni melalui panggilan video.

"Ada perayaan, tarian, nyanyian," kata Razawi. "Ini benar-benar seperti pernikahan."

Mereka berharap agar Sohail dapat segera dipersatukan dengan orang tuanya yang kini berada di Negara Bagian Michigan, AS, tempat mereka sekarang menetap.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini