Bangkai Kapal dari Masa Keturunan Jenghis Khan Memerintah China Ditemukan, Isinya Luar Biasa

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 10 Januari 2022 18:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 10 18 2530104 bangkai-kapal-dari-masa-keturunan-jenghis-khan-memerintah-china-ditemukan-isinya-luar-biasa-lFNW1PPkP6.jpg Patung Genghis Khan di Ulan Bator, Mongolia. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Para arkeolog telah menemukan bangkai kapal yang terkubur di bawah endapan lumpur, yang diperkirakan berasal dari sekira 700 tahun lalu, masa ketika keturunan Jenghis Khan memerintah China.

Meskipun diperintah oleh bangsa Mongol, budaya China pada masa itu sangat berkembang. Seni serta artefak yang ditemukan di kapal kayu sepanjang 21 meter itu menunjukkan motif-motif yang populer di China, termasuk stoples warna-warni dengan gambar naga dan burung Phoenix.

BACA JUGA: Genghis Khan Miliki 6 Istri dan 500 Selir, Suka Tiduri Istri Musuh yang Dikalahkan

Kapal, yang diyakini para arkeolog digunakan untuk perjalanan sungai, ditemukan di lokasi konstruksi modern dan memiliki lambung yang dibagi menjadi 12 kabin dengan 12 sekat, demikian dilaporkan tim arkeolog yang dipimpin oleh Shougong Wang, dari Institut Relik Budaya Shandong. dan Arkeologi, dalam makalah yang diterbitkan baru-baru ini di jurnal Chinese Cultural Relics.

Dalam makalah mereka, para arkeolog menyebutkan bahwa kapal yang berasal dari Dinasti Yuan (sekitar 1271-1368), itu memiliki kuil, kabin kapten, tempat tinggal kru, kompartemen kargo dan ruang kontrol yang berfungsi ganda sebagai dapur.

Di dalam kabin yang digunakan sebagai kuil, para arkeolog menemukan sebuah pembakar dupa dan patung-patung batu berukir "arhat", yang dalam agama Buddha adalah individu yang telah mencapai pencerahan. Patung-patung itu menunjukkan naga dan harimau yang tampak jinak duduk dengan tenang di samping para arhat.

BACA JUGA: Kisah Kejam Genghis Khan: Tidak Pernah Rusak Masjid, Perang Hanya Tuhan yang Tahu

โ€œSecara keseluruhan lebih dari 100 artefak digali baik dari dalam kapal karam dan daerah sekitarnya, termasuk artefak porselen, tembikar, pernis, batu giok, batu, besi, perunggu dan emas," tulis para arkeolog dalam artikel jurnal itu sebagaimana dilansir Live Science.

Di dalam ruang kru, para peneliti menemukan "guci porselen (sejenis kendi atau kendi), pemberat jaring, gunting, lampu minyak dan cermin perunggu," tulis mereka, menambahkan bahwa pernis ditemukan di ruang kapten dan biji-bijian tetap berada di kargo. kompartemen.

Di dalam ruang kontrol yang juga berfungsi sebagai dapur, mereka menemukan kompor besi, panci besi, sendok besi, dan talenan kayu. Para peneliti juga menemukan sistem kontrol kapal, yang termasuk anakan yang terletak tepat di atas ruang kontrol di dek kapal.

"Deposit di sekitar kapal karam dan retakan (lambung) menunjukkan kemungkinan bahwa kapal tenggelam setelah lambungnya terkena dan kapal hancur," tulis para peneliti.

Mereka tidak berspekulasi tentang nasib para kru; Namun, tidak ada sisa-sisa manusia yang ditemukan di dalam kapal karam tersebut.

Bangkai kapal dari masa kekuasaan Mongol di China. (Foto: China Cultural Relics)

"Selama periode waktu yang relatif singkat setelah kecelakaan, lumpur di bawah kapal karam tersapu oleh arus, (dan) kapal karam terus tenggelam hingga 1 m hingga 2 m di bawah dasar sungai asli, kemudian distabilkan di lokasinya saat ini. Lumpur dan lumpur kemudian diendapkan di atasnya, dan bangkai kapal itu terkubur sepenuhnya," tulis para arkeolog.

Bangkai kapal itu digali antara Oktober 2010 dan Januari 2011 oleh para arkeolog dari Institut Relik dan Arkeologi Budaya Provinsi Shandong dan Komisi Kotamadya Heze untuk Pelestarian Monumen Kuno.

Sebuah artikel jurnal dengan hasil temuan mereka diterbitkan pada 2016, dalam bahasa Cina, di jurnal Wenwu. Artikel tersebut telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan diterbitkan dalam jurnal Chinese Cultural Relics.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini