Berencana Menculik dan Membunuh Trump, Pria Ini Ditangkap

Susi Susanti, Okezone · Selasa 11 Januari 2022 12:50 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 11 18 2530441 berencana-menculik-dan-membunuh-trump-pria-ini-ditangkap-BazQsZJiNq.jpg Mantan Presiden AS Donald Trump (Foto: AP)

NEW YORK - Seorang warga Kota New York telah ditangkap karena mengatakan telah berencana untuk menculik dan membunuh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump jika dia menolak untuk menyerahkan kekuasaan setelah kalah dalam pemilihan pada 2020.

Thomas Welnicki ditangkap pada Senin (10/1) setelah diduga mengatakan kepada Secret Service pada beberapa kesempatan tentang rencananya untuk membunuh Trump dan 12 anggota Kongres lainnya yang pro-Trump, yang dia yakini mendukung klaim presiden dari Partai Republik tentang kecurangan pemilu.

Sementara Trump tidak disebutkan namanya dalam pengaduan, yang diajukan ke Pengadilan Distrik AS di Brooklyn, catatan kaki mengidentifikasi "Individual-1" sebagai "orang yang menjabat sebagai Presiden dari Januari 2017 hingga Januari 2021."

Baca juga: Peringatan Setahun Serangan ke Gedung Capitol, Biden Terang-terangan Salahkan Trump

Welnicki mengungkapkan rencananya dalam panggilan dan pesan suara ke Secret Service, yang berlangsung selama beberapa bulan. Pesan yang dimulai jauh sebelum pemilihan presiden November 2020 termasuk “wawancara sukarela” pada Juli kepada Polisi Capitol AS, ketika Welnicki dilaporkan mengatakan bahwa “jika [Individu-1] kalah dalam pemilihan 2020 dan menolak untuk mundur,' dia akan 'memperoleh senjata' dan 'menjatuhkannya.'”

Baca juga: Mantan Pejabat Kejagung AS Mengaku Ditekan Trump untuk Ubah Hasil Pilpres

“Saya sangat berharap Tuhan mengeluarkan [Individual-1],” kata Welnicki.

Dia juga diduga membual tentang betapa mudahnya dia mendapatkan senjata api di New York City.

Menurut dokumen pengadilan, dia tidak ingin menyakiti siapa pu dan akan menentang fasisme.

Dalam panggilan telepon berikutnya ke kantor Secret Service's Long Island pada Januari lalu, Welnicki menggandakan ancamannya.

Dia mengancam akan melakukan apapun yang dia bisa untuk menghabisi [Trump] dan 12 orangnya.

Dia bahkan menunjukkan bahwa dia mungkin akan menyerang selama rapat umum Trump tertentu. "Jika saya memiliki kesempatan untuk melakukannya di Manhattan, itu akan luar biasa ... Besok [Trump] akan berada di Georgia, mungkin saya akan melakukannya,” ujarnya.

Banyak kritikus Trump telah memperingatkan pada 2020 bahwa ia akan berusaha untuk mempertahankan kekuasaan paska pemilihan. Trump akhirnya mengundurkan diri dan pindah ke Florida untuk tinggal di resor Mar-a-Lago miliknya, setelah pengadilan menolak untuk mendengar upayanya untuk memperebutkan total suara di beberapa negara bagian. Kongres mensertifikasi Joe Biden dari Demokrat sebagai pemenang setelah kerusuhan 6 Januari di Capitol.

Welnicki akhirnya dibebaskan dengan jaminan USD50.000 (Rp715 juta). Pengacaranya bersikeras bahwa dia tidak menimbulkan ancaman bagi Trump pada titik mana pun. "Sebagian besar panggilannya tampaknya dia menelepon Dinas Rahasia untuk mendiskusikan dengan mereka kekhawatirannya," klaim pengacara itu.

Menurut catatan penangkapan publik yang dikutip oleh media, nama, usia, dan catatan penangkapan Welnicki tumpang tindih dengan "Thomas Welnicki" yang tinggal di Florida selama tahun 1990-an, yang melakukan serangkaian penangkapan narkoba dan akhirnya menjalani hukuman penjara delapan tahun atas tuduhan heroin.

Dikutip Tampa Bay Times, pria yang sama juga ditanyai mengenai hilangnya seorang gadis berusia 7 tahun di daerah itu pada 1982.

Saat itu, Welnicki mengaku sebagai fisikawan sambil menjelaskan secara rinci dua pria yang diduga menculik dan membunuh gadis itu. Dia tidak didakwa atas hilangnya gadis itu, dan kasusnya tidak pernah terpecahkan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini