Informasi 'Sangat Rahasia' Bocor, Kepala Badan Intelijen Denmark Ditangkap

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 11 Januari 2022 13:48 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 11 18 2530484 informasi-sangat-rahasia-bocor-kepala-badan-intelijen-denmark-ditangkap-XRNVfXH3de.jpg Foto: Pexels.

KOPENHAGEN - Kepala Badan Intelijen Luar Negeri Denmark, Lars Findsen telah ditangkap terkait kasus kebocoran informasi “sangat rahasia”, demikian dilaporkan.

Menurut keterangan sumber yang tidak disebutkan namanya, Findsen, kepala Dinas Intelijen Pertahanan Denmark (DDIS), telah didakwa membocorkan informasi rahasia yang dapat merusak keamanan negara atau berhubungan dengan kekuatan asing.

BACA JUGA: Ketahuan Mata-Matai Warga Sendiri, Kepala Badan Intelijen Denmark Dicopot

Dia dilaporkan ditangkap dan dibawa ke tahanan pada 9 Desember, tetapi penahanan dirahasiakan sampai Senin (11/1/2022), ketika Pengadilan Kota Kopenhagen mengungkap informasi terkait kasus ini. Pihak berwenang masih memperlakukan penyelidikan dengan sangat rahasia dan sangat sedikit detail yang dirilis ke publik, demikian diwartakan RT.

Pada hari penangkapan, Dinas Keamanan dan Intelijen Denmark (PET) mengeluarkan siaran pers singkat yang mengatakan bahwa empat “anggota dan mantan anggota” DDIS dan PET ditangkap dan pencarian di berbagai alamat dilakukan.

BACA JUGA: Tahanan Membludak, Denmark Sewa Penjara Rp3,3 Triliun di Kosovo Selama 10 Tahun

Keempatnya didakwa membocorkan "informasi yang sangat rahasia dari PET dan DDIS," kata pernyataan itu. Ditambahkan bahwa penangkapan itu adalah hasil dari investigasi jangka panjang terhadap kebocoran yang dilakukan oleh kedua dinas intelijen.

Pembocoran informasi dari badan intelijen dapat diganjar dengan hukuman 12 tahun penjara, kata media tersebut. Belum jelas apakah data rahasia itu bocor ke kekuatan asing, media, atau orang lain.

Satu dari empat tersangka dibebaskan delapan hari setelah penangkapannya, sementara tiga lainnya tetap di balik jeruji besi.

Findsen dibebaskan dari tugasnya oleh Menteri Pertahanan Trine Bramsen bersama dengan dua pejabat intelijen pertahanan lainnya pada Agustus 2020 karena skandal lain.

Pada saat itu, DDIS dituduh memata-matai warga Denmark secara tidak adil serta menyembunyikan informasi penting yang mencegah pemantauan kepatuhan hukum yang efektif atas kegiatannya oleh otoritas Denmark.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini