Kesaksian Napi Inggris di Penjara Thailand, Serangan Mematikan di Kamar Mandi hingga Ditusuk Jarum yang Terinfeksi HIV

Susi Susanti, Okezone · Selasa 11 Januari 2022 17:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 11 18 2530630 kesaksian-napi-inggris-di-penjara-thailand-serangan-mematikan-di-kamar-mandi-hingga-ditusuk-jarum-yang-terinfeksi-hiv-jT9ikTknQE.jpg Kesaksian napi Inggris di penjara Thailand (Foto: Facebook)

INGGRIS - Seorang pria Inggris yang menghabiskan 18 tahun di penjara Thailand yang terkenal telah mengungkapkan beberapa kengerian yang dia saksikan saat berada di dalam penjara.

Jonathan Wheeler dihukum karena penyelundupan narkoba setelah ditangkap dengan dua kilogram kokain murni di bandara. Dia diancam dengan hukuman mati dan mengaku bersalah, menerima hukuman 50 tahun. Dia pun dipenjara di Bang Kwang, Thailand.

Saat berbicara dengan Billy Moore di podcast ‘All or Nothing’, Jonathan merinci beberapa adegan mengerikan yang dia alami saat dipenjara.

Dia mengatakan suatu hari seorang pria diserang oleh sesama narapidana saat mandi dalam serangan yang mengejutkan.

“Ketika pria itu menutupi wajahnya dengan sampo di kamar mandi, pria Thailand lainnya memukul kepalanya dengan gumpalan logam ini,” kenangnya.

Baca juga:  Kesaksian Napi Inggris di Penjara Thailand, Mulai dari Pembunuhan, Pemerkosaan hingga Tidur Bersama Mayat

"Secara harfiah seperti labu ... memukul kepalanya dengan otaknya menggantung,” lanjutnya.

Billy pun bertanya apakah Jonathan melihatnya sendiri kejadiaan mengerikan itu. “Apakah Anda menonton itu?,” tanyanya.

 Baca juga: 4 Penjara dengan Keamanan Paling Ketat di Dunia, Tak Ada Tahanan yang Bisa Lolos

"Ya, saya tidak jauh," jawab Jonathan. Dia mengatakan dirinya telah melihat tubuh pria di dalam troli tak lama setelah itu.

"Anda bayangkan Anda memiliki sabun di wajah Anda, seseorang di belakang Anda di bak mandi, dan dia terus memukul-mukul kepala Anda ketika Anda berada di tanah juga,” ungkapnya.

Pembawa acara podcast, Billy, mampu berempati dengan tamunya. Pada kesempatan lain, dia menjelaskan bahwa saat menjalani hukuman di Klong Plem Central, dia menyaksikan narapidana menusuk sesama napi dengan jarum yang terinfeksi HIV untuk melunasi hutang.

Jonathan menjelaskan bahwa setelah dibebaskan dari penjara dan kembali ke Inggris pada 2012, dia telah berjuang dengan beberapa perubahan sosial besar yang terjadi selama dia dipenjara.

Dia mengatakan dirinya berusia 33 tahun saat ditangkap. Lalu dirinya keluar dari penjara saat berumur 51 tahun. Di saat itu dia tidak menyadari jika larangan merokok diberlakukan.

“Tidak mengenali mobil apa pun, tidak tahu kereta, tidak tahu larangan merokok, dan orang-orang menjadi gila, pelayan bar bertanya 'apa yang kamu lakukan?,” ungkapnya.

Tapi, mantan penyelundup narkoba itu kini telah membuka lembaran baru, dan mengakui bahwa dia tidak lagi memiliki mimpi buruk tentang kehidupan sebelumnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini