Presiden Parlemen Eropa David Sassoli Meninggal Dunia

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 11 Januari 2022 17:42 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 11 18 2530660 presiden-parlemen-eropa-david-sassoli-meninggal-dunia-stD9ZdGviW.jpg Presiden Parlemen Eropa David Sassoli. (Foto: Reuters)

BRUSSELS - Presiden Parlemen Eropa David Sassoli meninggal dunia pada Senin (11/1/2022) di usia 65 tahun, demikian disampaikan juru bicara dan kantornya. Politikus sosialis dan mantan jurnalis Italia itu telah dirawat di rumah sakit bulan lalu karena "komplikasi serius" yang berkaitan dengan sistem kekebalannya.

Sassoli telah menjadi presiden Parlemen Eropa sejak Juli 2019 dan masa jabatannya akan berakhir bulan ini. Dia telah mengatakan tidak mencalonkan diri untuk pemilihan kedua.

BACA JUGA: Anggota Parlemen Eropa Mundur Setelah Tertangkap "Pesta Seks" saat Lockdown

Dia tidak dapat hadir memimpin parlemen yang berbasis di Strasbourg, Prancis itu dalam beberapa pekan terakhir karena kondisi kesehatannya. Sassoli juga telah melewatkan acara tahunan kenegaraan Komisi Eropa pada September.

Sassoli memulai kariernya sebagai jurnalis surat kabar sebelum bergabung dengan penyiar negara Italia RAI, di mana ia menjadi pembawa berita utama di malam hari.

BACA JUGA: Politikus Irlandia Ketahuan Ikuti Rapat Video Parlemen Eropa Mengenakan Celana Dalam

Dia beralih ke politik pada 2009, bergabung dengan Partai Demokrat kiri-tengah dan dengan mudah memenangkan pemilihan Parlemen Eropa. Setelah gagal dalam pemilihan wali kota Roma, ia memusatkan perhatiannya pada politik Eropa, bekerja keras untuk menjadi presiden parlemen Uni Eropa pada 2019.

Politisi Italia di banyak pihak memberikan penghormatan kepada Sassoli, dan kematiannya mendominasi acara berita pagi. Perdana Menteri Mario Draghi mengatakan kematian Sassoli mengejutkan dan memujinya sebagai orang yang sangat pro-Eropa.

"Sassoli adalah simbol keseimbangan, kemanusiaan, dan kemurahan hati. Kualitas ini selalu diakui oleh semua rekannya, dari setiap posisi politik dan setiap negara Eropa," kata kantor Draghi dalam sebuah pernyataan sebagaimana dilansir Reuters.

Anggota parlemen Malta Roberta Metsola, dari Partai Rakyat Eropa (EPP) yang konservatif, secara luas diharapkan menjadi kandidat untuk jabatan itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini