Kisah Cinta Ratu Belanda dengan Sultan Siak Syarif Kasim II, Kandas Terhalang Perbedaan Agama dan Adat

Tim Okezone, Okezone · Rabu 12 Januari 2022 11:37 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 12 18 2530964 kisah-cinta-ratu-belanda-dengan-sultan-siak-syarif-kasim-ii-kandas-terhalang-perbedaan-agama-dan-adat-JjdZCEblMq.jpg Ratu Wilhelmina dan Sultan Siak Syarif Kasim II (Foto: Wikipedia/image source)

BELANDA Ratu Belanda Wilhelmina (Wilhelmina Helena Pauline Marie van Orange-Nassau) disebut-sebut pernah jatuh hati dengan Sultan Syarif Kasim II, penguasa dari Kerajaan Siak di Riau.

Dihimpun dari berbagai sumber, cinta ini harus kandas sebelum dimulai karena perbedaan yang cukup signifikan dan tidak bisa diubah lagi. Keduanya diketahui memiliki perbedaan agama, adat, dan bangsa. Hal inilah yang membuat Sultan mundur secara perlahan.

Benih-benih cinta itu tumbuh saat keduanya bertemu untuk pertama kali atau identik dengan istilah cinta pada pandangan pertama (love at the first sight). Kala itu, sang Ratu berkunjung ke Istana Siak Sri Indrapura saat Sultan menjabat. Pada saat itulah Ratu Wilhelmina jatuh cinta pada Sultan Syarif Kasim II.

Ratu mengundang Sultan secara pribadi untuk menghadiri penobatan dirinya. Bahkan Sultan mendapatan perlakuan istimewa jika dibandingkan tamu-tamu yang lain.

Baca juga: Sejarah Kerajaan Siak, Dari Terbentuk Hingga Bergabung dengan NKRI

Setelah itu, Ratu kembali mengundang Sultan secara pribadi pada perayaan pesta ulang tahunnya. Di momen itu, Sultan juga mendapat sambutan yang sangat meriah dan hangat.

Tak hanya itu, Ratu juga sempat meminta Sultan membuat patung dirinya untuk disimpan di Belanda. Kemudian Ratu mengirim patung dirinya untuk disimpan di Istana Siak Sri Indrapura sebagai kenang-kenangan. Keduanya juga diketahui kerap bertukar kado.

 Baca juga: Sosok Ratu Belanda dari Masa ke Masa

Sebagai informasi, Ratu yang lahir 31 Agustus 1880 dan meninggal 28 November 1962 pada umur 82 tahun ini disebut sebagai Putri Orange-Nassau. Dia adalah Ratu Belanda sejak 1890-1948. Ia juga Ibu Suri (dengan sebutan Putri) sejak 1948 - 1962.

Wihelmina memimpin Belanda selama lebih dari 50 tahun. Kekuasannya menjadi saksi seperti Perang Dunia I, Perang Dunia II, dan Krisis Ekonomi pada 1933. Termasuk kejatuhan Belanda sebagai penguasa kolonial di Hindia Belanda.

Sementara itu, Sultan Syarif Kasim II naik tahta pada 13 Maret 1915 di usia 21 tahun untuk menggantikan sang ayah yang wafat pada 1908. Dia diketahui memiliki darah Arab yang mengalir ditubuhnya, perawakannya tegap, gagah, rapi, dan berkharisma.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini