Share

Penelitian HIV Libatkan Monyet Jantan Disuntik Horman Betina Tuai Kecaman, Habiskan Dana Rp3 Miliar

Susi Susanti, Okezone · Kamis 13 Januari 2022 16:38 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 13 18 2531758 penelitian-hiv-libatkan-monyet-jantan-disuntik-horman-betina-tuai-kecaman-habiskan-dana-rp3-miliar-D09mVVEVJb.jpeg Penelitian HIV libatkan monyet tuai kecaman (Foto: Global Look Press)

NEW YORK – Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular (NIAID) yang dipimpin Dr. Anthony Fauci, yang juga menjabat sebagai kepala penasihat medis Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, dilaporkan memberikan dana sebesar USD205.562 (Rp3 miliar) kepada Scripps Research pada akhir tahun lalu untuk menyuntikkan hormon betina pada monyet jantan. Penelitian ini dilakukan untuk mencari tahu mengapa wanita trans memiliki tingkat HIV yang lebih tinggi.

Para ilmuwan berencana untuk memantau bagaimana hormon mempengaruhi sistem kekebalan laki-laki, menguji hipotesis bahwa hormon feminisasi secara negatif mempengaruhi sistem kekebalan perempuan trans dan dengan demikian meningkatkan kemungkinan mereka menjadi HIV positif.

Proyek ini menerima dana NIAID tahun lalu tetapi dimulai setahun sebelumnya, pada Desember 2020. Fauci telah dikaitkan dengan penelitian yang menyuntikkan monyet dengan HIV sejak pertengahan 1980-an.

Baca juga: Jangan Jauhi ODHA, Jauhilah Virusnya!

Menurut dokumen pemerintah yang diterbitkan oleh kelompok kampanye White Coat Waste, agensi milik Fauci telah mengontrak untuk memperoleh sekitar 500 hewan setiap tahun dari sebuah pulau di Carolina Selatan, tempat mereka dibiakkan secara khusus untuk penelitian pemerintah AS dengan biaya tahunan jutaan.

Tidak ada penelitian paralel yang menyuntikkan monyet betina dengan hormon jantan yang sedang dilakukan - dan karenanya, pria trans sepenuhnya hilang dari lembar fakta HIV Centers for Disease Control, pengawasan yang aneh tetapi telah dibenarkan dengan menunjukkan tingkat infeksi yang rendah di antara populasi itu.

Baca juga: PBB: Seperti COVID-19, Ketidaksetaraan Dorong Epidemi AIDS

Pria trans dilaporkan tertular HIV pada tingkat yang hampir sama dengan wanita biologis - masing-masing 3% vs 4% - sementara 19% wanita trans adalah HIV-positif.

Sementara itu, ilmuwan saraf dari kelompok advokasi hak-hak hewan PETA Katherine Roe tidak terkesan dengan percobaan tersebut. Dia menegaskan monyet tidak dapat tertular HIV dan pengujian dengan demikian tidak memiliki nilai selain "penyiksaan monyet yang sia-sia." Sebaliknya, akibat percobaan itu, monyet tertular virus simian immunodeficiency (SIV) yang lebih ringan dan lebih dapat bertahan.

Eksperimen tersebut telah membuat Fauci sekali lagi mendapat kecaman dari kelompok-kelompok hak asasi hewan. Sebelumnya, mereka mengritik Fauci karena eksperimen anjing pemburu yang mengerikan yang didanai oleh agensinya. Termasuk menginfeksi anjing dengan cacing hati hanya untuk menidurkan mereka.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini