Pilunya Bocah Ini, Diduga Dianiaya Ibu Angkatnya hingga Babak Belur

M Andi Yusri, Koran SI · Kamis 13 Januari 2022 02:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 13 340 2531363 pilunya-bocah-ini-diduga-dianiaya-ibu-angkatnya-hingga-babak-belur-5RmKOuBAYO.jpg Ilustrasi (Foto: Dok Sindonews)

DELISERDANG - Seorang ibu angkat berinisial LS (33) ditangkap dan harus menjalani pemeriksaan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satuan Reskrim Polrestabes Medan. Dia diduga menganiaya bocah 8 tahun inisial TR.

LS diringkus setelah dilaporkan ayah kandung korban TR, Sugino Arianto (37) atas dugaan telah menganiaya anak kandungnya hingga harus divisum. Dugaan penganiayaan terhadap anak di bawah umur itu terjadi di Desa Sei Semayang Kecamatan Sunggal Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut).

Baca Juga:  Sering Siksa Anak Tiri, Pria di Sukabumi Ditangkap Polisi

Berdasarkan surat laporan dari kepolisian yang bernomor : STTLP/B/118/1/Yan2,5/2022/SPKT/POLRESTABES MEDAN POLDA SUMATERA UTARA tertanggal 11 Januari 2022. Ayah korban, Sugino Arianto didampingi Lembaga Perlindungan Anak (LPA) melalui Pokja Lembaga Perlindungan Anak Kecamatan Sunggal melaporkan LS ke Polrestabes Medan.

"Ayahnya korban, Sugino Arianto menceritakan kisah perih yang dialami putrinya yang terjadi pada hari Jumat (7/1/2022) sekira pukul 19.30 WIB. Dugaan kekerasan dalam rumah tangga itu terjadi di rumahnya Sei Semayang, Sunggal," ujar Ketua Pokja Lembaga Perlindungan Anak Kecamatan Sunggal, Jendrial Siregar usai mendampingi korban jalani pemeriksaan di Polrestabes Medan, Rabu (12/1/2022).

Dari pemeriksaan terungkap kalau tersangka LS diduga menyiksa korban berulang kali. Bukan hanya wajah korban yang babak belur, tulang bahu korban juga parah akibat dianiaya. "Ini yang parah sampai mengakibatkan memar di wajah, mata sampai merah, tulang bahunya bergeser," ucap Jendrial Siregar.

Baca Juga:  Bentrok Geng Motor di Babakan Cirebon, Satu Orang Tewas

Dari pengakuan korban, kata Jendrial, LS juga diduga menyiksa kakak korban yang berusia 14 tahun hingga mengalami lumpuh sementara di bagian kakinya. "Si kakak juga mengalami penganiayaan yang sama, juga sampai lumpuh sementara. Dipukul pakai tangan, ditumbuk, sama pakai rol besi," ungkapnya.

Penyebab LS melakukan penyiksaan, menurut Jendrial, diduga hanya karena keduanya bukan anak kandungnya. Menurut keterangan dari warga, sejak di dalam kandungan korban dan kakaknya dipungut oleh bapak angkatnya, Sugino Arianto yang sehari-harinya bekerja sebagai sopir ekspedisi. Ibu kandung dan ayah kandung korban keluarga kurang mampu.

"Si ibu kandung buat perjanjian memberikan hak asuh kepada ayah angkatnya. Mereka masih ada hubungan kerabat dengan orang tua kandung korban," sebutnya.

Selama bersama orangtua angkatnya, korban dan kakaknya selalu disayangi seperti anak kandung mereka sendiri. Keceriaan korban berubah drastis saat ibu angkatnya meninggal dunia. Sugino kemudian menikah lagi dengan tersangka LS sekitar 4 tahun lalu.

Mulai saat itu, korban mendapatkan perlakuan kasar. Sang kakak dipaksa membersihkan rumah. Jika tidak mau akan mendapatkan sanksi penyiksaan. Begitu juga dengan korban. Keduanya dihajar ketika ayah angkat mereka tak berada di rumah.

Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Medan, AKP Madianta Ginting mengaku sudah mengamankan ibu angkatnya untuk dimintai keterangan atas laporan ayah kandung korban. "Sudah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan ibu angkatnya," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini