Guru Mogok Massal Usai Strategi Covid-19 untuk Sekolah Dinilai Kacau

Antara, · Jum'at 14 Januari 2022 14:15 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 14 18 2532203 guru-mogok-massal-usai-strategi-covid-19-untuk-sekolah-dinilai-kacau-TUf8evVKV3.jpg Guru, dosen, dan pelajar demonstrasi menuntut perbaikan belajar di sekolah (Foto: Antara/Reuters)

PARIS - Guru-guru di Prancis pada Kamis (13/1) mogok kerja secara massal karena mereka menilai pemerintah gagal untuk mengadopsi kebijakan yang masuk akal bagi sekolah untuk pencegahan Covid-19 atau perlindungan siswa dan staf dari infeksi.

Para guru, orang tua, dan administrator sekolah telah berjuang untuk mengikuti aturan-aturan baru pengujian Covid, yang diumumkan sebelum akhir liburan Natal. Peraturan ini sempat berubah dua kali setelah dikritik.

Pemerintah Prancis telah membalikkan kebijakan sebelumnya yang dengan cepat menutup kelas-kelas dengan kasus positif virus corona.

 Baca juga: Guru dan Dosen Gelar Mogok Kerja Pertama di Belanda

Pemerintah mengatakan beberapa kerumitan dalam aturan-aturan yang diterapkan adalah 'harga' atau tanggung jawab yang harus dibayar untuk terus menjaga sekolah-sekolah dapat tetap buka.

Namun, lonjakan kasus infeksi pada tahun baru di Prancis mencapai rekor harian mendekati 370.000 kasus dan telah menyebabkan kasus Covid-19 juga melonjak di sekolah-sekolah.

 Baca juga: Doni Monardo Ingin Penanganan Pandemi Covid-19 Optimalkan Pencegahan

Hal itu berarti banyak sekolah telah kesulitan untuk tetap mengadakan kegiatan belajar secara luring yang sebagian disebabkan adanya kasus infeksi di antara murid dan staf.

Selain itu, setiap kasus positif Covid-19 di sekolah juga mengakibatkan puluhan orang harus pergi ke laboratorium dan instalasi farmasi untuk pengujian.

"Kelelahan dan kekesalan seluruh komunitas pendidikan telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata sebelas serikat pekerja dalam sebuah pernyataan bersama.

"Menteri dan pemerintah harus bertanggung jawab total atas situasi kacau ini akibat gencarnya perubahan kebijakan, protokol yang tidak berjalan dan kurangnya alat yang tepat untuk menjamin (sekolah) dapat berfungsi dengan baik," lanjut pernyataan bersama tersebut.

Serikat-serikat pekerja itu mengatakan mereka memperkirakan banyak sekolah di Prancis akan ditutup pada Kamis dan sejumlah besar guru - termasuk sekitar 75 persen guru sekolah dasar - akan bergabung dalam aksi mogok kerja satu hari itu.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Prancis Jean-Michel Blanquer mendesak para guru untuk tidak melakukan aksi mogok kerja.

"Kita tidak bisa melakukan aksi protes terhadap virus,” terangnya dalam wawancara dengan BFM TV.

Sebagai tanggapan terhadap pernyataan Menteri Pendidikan Prancis itu, serikat pekerja mengatakan mereka telah menyerukan pemogokan bukan untuk melawan virus tetapi karena kekacauan yang disebabkan oleh tes dan aturan pelacakan kontak, peningkatan risiko penularan dan kekurangan pasokan masker untuk staf.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini