Kekuatan Militer Tak Seimbang, 2 Juta Tentara China Lawan 163.000 Prajurit Taiwan

Agregasi BBC Indonesia, · Jum'at 14 Januari 2022 15:57 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 14 18 2532300 kekuatan-militer-tak-seimbang-dan-konflik-kian-memanas-2-juta-tentara-china-lawan-163-000-militer-taiwan-4fDW35VU3J.jpg Konflik China-Taiwan kian memanas (Foto: BBC)

CHINA - Hubungan antara China dan Taiwan semakin panas. Tahun lalu jumlah pesawat tempur China yang dikirim ke zona pertahanan udara Taiwan menembus rekor yakni 56 jet tempur. Inti dari konflik ini adalah masalah reunifikasi kedua negara.

Presiden China Xi Jinping mengatakan "penyatuan kembali" dengan Taiwan " harus dipenuhi" - dan tidak mengesampingkan kemungkinan penggunaan kekuatan untuk mencapai hal ini.

China melihat Taiwan yang memiliki pemerintahan sendiri sebagai "provinsi yang memisahkan diri" yang pada akhirnya akan menjadi bagian dari negara RRC lagi.

Namun, Taiwan melihat dirinya sebagai "negara merdeka", dengan konstitusinya sendiri dan para pemimpin yang dipilih secara demokratis.

China membelanjakan lebih dari negara mana pun kecuali AS untuk pertahanan dan dapat mengerahkan sejumlah besar kemampuan, mulai dari kekuatan angkatan laut, teknologi rudal, pesawat terbang, hingga serangan dunia maya.

Baca juga: Presiden Taiwan Peringatkan China dalam Pidato Tahun Baru, Bersumpah Akan Terus Pertahankan Kemerdekaan

Sebagian besar kekuatan militer China difokuskan di tempat lain. Dalam hal keseluruhan personel tugas aktif misalnya, ada ketidakseimbangan besar antara kedua belah pihak.

Berdasarkan data yang dihimpun The Military Balance 2021, milik lembaga penelitian internasional Inggris IISS, diketahui China memiliki total 2.035.000 tentara militer. Yaitu terdiri atas 965.000 tentara Angkatan Darat, 260.000 Angkatan Laut, 395.000 Angkatan Udara, 120.000 Angkatan rudal strategis, 145.000 Angkatan dukungan strategis, 150.000 Angkatan lain.

Baca juga: 56 Pesawat Tempur China Serbu Zona Pertahanan Udara, Taiwan Desak China Hentikan Tindakan Provokatif   

Sementara itu, Taiwan memiliki total 163.00 tentara. Yakni 88.000 tentara Angkatan Darat, 40.000 Angkatan Laut, dan 35.000 Angkatan Udara. Taiwan tidak memiliki Angkatan rudal strategis, Angkatan dukungan strategis, dan Angkatan lain seperti China.

Dalam konflik terbuka, beberapa pakar Barat memperkirakan bahwa upaya terbaik yang dapat dilakukan Taiwan adalah memperlambat serangan China.

Caranya dengan mencegah pendaratan pantai oleh pasukan amfibi China, dan melancarkan serangan gerilya sambil menunggu bantuan dari luar.

Bantuan itu bisa datang dari Amerika Serikat (AS) yang menjual senjata ke Taiwan, meskipun Washington memiliki kebijakan formal "ambiguitas strategis".

Dengan kata lain, AS tidak memiliki posisi jelas, apakah atau bagaimana akan membela Taiwan jika terjadi serangan.

Secara diplomatis, AS saat ini berpegang pada kebijakan "Satu-China", yang hanya mengakui satu pemerintah China - di Beijing - dan memiliki hubungan formal dengan China daripada Taiwan.

Pada 2021, China tampaknya meningkatkan tekanan dengan mengirim pesawat militer ke Zona Pertahanan Udara Taiwan, sebuah area yang dideklarasikan sendiri di mana pesawat asing diidentifikasi, dipantau, dan dikendalikan untuk kepentingan keamanan nasional.

Taiwan sempat membuat data tentang serangan pesawat ke publik pada tahun 2020. Jumlah pesawat yang masuk dilaporkan mencapai puncaknya pada Oktober 2021, dengan 56 serangan dalam satu hari.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini