Ketika Pedang Mantan Presiden Taiwan Berubah Jadi Bentuk Digital NFT

Susi Susanti, Okezone · Jum'at 14 Januari 2022 18:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 14 18 2532420 ketika-pedang-mantan-presiden-taiwan-berubah-jadi-bentuk-digital-nft-ydrcmwjWia.jpg Pedang mantan Presiden Taiwan berubah menjadi NFT (Foto: KMT)

TAIWAN - Pedang seremonial milik mantan Presiden Taiwan Chiang Kai-shek telah dipamerkan di pameran teknologi Amerika Serikat (AS) yang berpengaruh dalam bentuk digital NFT atau token yang tidak dapat dipertukarkan.

Partai oposisi terbesar Taiwan, KMT, memutuskan untuk melestarikan pedang dalam bentuk digital agar lebih mudah diakses oleh publik dan untuk memperkaya pemahaman populer tentang rentang waktu saat Chiang berkuasa.

KMT mengatakan bahwa untuk saat ini, karya seni digital berdasarkan pedang Chiang hanya untuk dipajang. Namun, pihak tersebut mengatakan akan mempertimbangkan rilis terbatas koleksi token di masa depan.

Baca juga: Apa Itu NFT? Berikut Penjelasannya, Cara Buat hingga Menjualnya

KMT mengatakan telah bekerja sama dengan Media.app pasar NFT Taiwan untuk mengubah pedang menjadi karya seni digital untuk ditampilkan di acara teknologi AS CES 2022. Sebuah tim teknisi mengambil lebih dari 3.000 foto pedang dari berbagai sudut untuk membuat tiga detail. gambar dimensi.

Berbicara pada konferensi pers pada Jumat (14/1), Kepala Taiwan Blockchain Academia Leo Peng mengatakan proyek tersebut dapat membawa publik lebih dekat dengan artefak sejarah. Dia juga mengatakan artefak dapat memperdalam pemahaman orang tentang waktu KMT berkuasa di bawah Chiang dan penerusnya.

Baca juga: Menjelajahi Keindahan Chiang Kai-shek Memorial Hall, Rumah Abadi Pendiri Taiwan

NFT adalah unit data unik yang tidak dapat dipertukarkan yang disimpan menggunakan teknologi blockchain. Saat ini, semakin banyak seniman digital yang menyimpan karya mereka dalam bentuk NFT untuk dijual secara online. Seseorang yang membeli NFT kemudian dapat menggunakan token untuk menunjukkan kepemilikan mereka atas karya seni tersebut.

Diketahui Chiang memerintah China selama dua puluh tahun sebelum melarikan diri ke Taiwan ketika Partai Komunis China mengambil alih kekuasaan pada 1949. Dia pun kemudian memerintah Taiwan hingga meninggal dunia pada 1975.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini