2 Desa di Garut Terendam Banjir Setinggi Setengah Meter

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 14 Januari 2022 11:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 14 340 2532087 2-desa-di-garut-terendam-banjir-setinggi-setengah-meter-W8E37tWTh3.jpg Petugas mendata korban banjir di Garut, Jawa Barat (Foto: BNPB)

JAKARTA - Dua desa di Kabupaten Garut, Jawa Barat terendam banjir pada Kamis 13 Januari 2022 dengan Tinggi Muka Air (TMA) hingga 50 sentimeter. Dua tersebut yakni, Desa Mekarsari dan Desa Putra Jaya, Kecamatan Selaawi.

Banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi melanda kawasan tersebut. Demikian dilaporkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut.

Baca Juga:  Diguyur Hujan Deras, 6 Kecamatan di Kabupaten Bekasi Kebanjiran

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Garut masih mendata jumlah rumah dan fasilitas umum yang terdampak, namun hingga Kamis malam, belum ada laporan warga yang mengungsi. Selain itu, banjir di beberapa titik berangsur surut, meski demikian warga diminta siap siaga jika terjadi banjir susulan.

"Sementara itu, dari Kabupaten Bandung Barat dilaporkan sebanyak 218 Kepala Keluarga (KK) terdampak angin puting beliung yang melanda Desa Kertamukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat pada Selasa, (11/1) pukul 15.00 WIB," katanya melalui keterangan tertulis, Jumat (14/1/2022).

Angin puting beliung disertai hujan lebat tersebut menyebabkan sebanyak 195 unit rumah rusak ringan, 23 unit rumah rusak sedang dan dua fasilitas umum terdampak. Merespons kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Bandung Barat melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan instansi terkait guna penanganan korban jiwa maupun materil. Petugas juga melakukan pembersihan pohon-pohon yang tumbang dan menimpa rumah maupun menghalangi akses jalan.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui kanal media sosial resminya @infobmkg mencantumkan wilayah provinsi Jawa Barat sebagai salah satu wilayah yang masih berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang untuk 13 Januari hingga 15 Januari mendatang.

Baca Juga:  Banjir dan Potensi Longsor di Kabupaten Lombok Barat NTB, 5 KK Mengungsi

Dengan adanya peringatan dini yang dikelaurkan BMKG tersebut, BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, angin puting beliung maupun tanah longsor.

"Adapun langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan seperti melakukan susur sungai bersama para ahli untuk membersihkan material yang menghambat aliran air, pemantauan dan pemeliharaan kondisi tanggul, serta memantau peningkatan debit air ketika wilayah pemukiman diguyur hujan lebat," pungkasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini