Share

Karpet Milik Paus dari Putra Mahkota Abu Dhabi Dijadikan NFT, Laku Terjual Rp1,2 Miliar untuk Bantu Afghanistan

Susi Susanti, Okezone · Senin 17 Januari 2022 11:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 17 18 2533291 karpet-hadiah-milik-paus-dari-putra-mahkota-abu-dhabi-dijadikan-nft-laku-terjual-seharga-rp1-2-miliar-untuk-bantu-afghanistan-N6wmZrT5q4.jpg Karpet Pontifex (Foto: Khaleej Times)

VATIKAN - Karpet Pontifex bersejarah, yang diabadikan sebagai NFT (non-fungible token), dijual seharga 25 Ether atau sekitar USD81.886 (Rp1,2 miliar) pada Jumat (14/1) sore untuk mengumpulkan dana bagi Afghanistan.

Ditenun oleh wanita Afghanistan, karpet Pontifiex awalnya diberikan oleh Yang Mulia Sheikh Mohamad Bin Zayed Al Nahyan, Putra Mahkota Abu Dhabi dan Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata UEA, kepada Paus Fransiskus saat berkunjung ke Vatikan pada September 2016.

Saat itu, kedua pemimpin bertemu untuk membahas penguatan hubungan diplomatik yang ada dan mempromosikan kerukunan antar umat beragama.

Karpet versi fisik 272cm x 183cm tetap menjadi milik Paus Fransiskus. Tetapi Zuleya - ritel Fatima Bint Mohammed Bin Zayed Initiative (FMBI) - menciptakan replika 187 cm x 125cm untuk diberikan kepada siapa pun yang membelinya sebagai NFT.

Baca juga: Ketika Pedang Mantan Presiden Taiwan Berubah Jadi Bentuk Digital NFT 

“Ini mungkin NFT paling ikonik yang dijual di Timur Tengah,” kata Musfir Khawaja, salah satu pendiri nftOne, pasar regional yang berkantor pusat DIFC tempat NFT terdaftar.

"Pembeli akan mendapatkan replika fisik karpet selain bingkai emas hiasan di atas kanvas digital 165 cm dengan NFT dimuat di atasnya,” lanjutnya.

Hasil penjualan akan digunakan untuk membantu keluarga rentan di Afghanistan selama bulan-bulan musim dingin yang keras.

Baca juga:  Afghanistan Krisis Ekonomi, Taliban Bayar Pegawai dengan Gandum

NFT adalah salah satu dari enam karya yang diresmikan di Abu Dhabi Art. Semua karya ini dipamerkan di kanvas digital bersama beberapa seni kontemporer terbaik di dunia.

Zuleya sebelumnya bermitra dengan Kolektif Morrow UEA untuk membuat ulang karpet secara digital sebagai NFT.

Maywand Jabarkhyl, Kepala eksekutif Fatima Bint Mohammed Bin Zayed, menggambarkan langkah itu sebagai "langkah maju yang penting" untuk inisiatif mereka. Dia mengatakan itu akan memungkinkan mereka untuk memamerkan desain mereka ke audiens global dan juga membuka aliran pendapatan baru bagi pengrajin lokal di Afghanistan.

Token tersebut adalah salah satu dari enam bagian yang dipamerkan di kanvas digital di pameran Seni Abu Dhabi, di samping beberapa seni kontemporer terbaik di dunia. Zuleya membuat ulang karpet sebagai NFT dalam kemitraan dengan platform NFT Kolektif Morrow.

NFT, yang menawarkan cara unik untuk mereproduksi file digital seperti foto, video, dan audio dan menyimpannya di blockchain untuk membuktikan keaslian dan kepemilikan, telah ada selama beberapa waktu tetapi popularitasnya mulai tumbuh pada 2020.

Laporan Reuters baru-baru mengungkapkan bahwa penjualan NFT mencapai USD25 miliar (Rp358 triliun) pada 2021.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini