Share

Setelah 77 Tahun, Tersangka yang Mengkhianati Anne Frank Akhirnya Diidentifikasi

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 18 Januari 2022 10:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 18 18 2533792 setelah-77-tahun-tersangka-yang-mengkhianati-anne-frank-akhirnya-diidentifikasi-l7PKNnMtxd.jpg Anne Frank. (Foto: Anne Frank Museum)

AMSTERDAM – Sebuah investigasi baru telah mengidentifikasi seorang tersangka yang mungkin mengkhianati Anne Frank, remaja penulis buku harian Yahudi, dan keluarganya, menyerahkan mereka kepada Nazi.

Anne Frank meninggal di kamp konsentrasi Nazi pada 1945, dalam usia 15 tahun, setelah dua tahun bersembunyi. Buku hariannya, yang diterbitkan setelah kematiannya, adalah catatan tangan pertama paling terkenal tentang kehidupan kaum Yahudi Eropa selama Perang Dunia II.

BACA JUGA: Anne Frank, Remaja yang Kisah Kesehariannya Menggugah Dunia

Sebuah tim penyelidik mengatakan bahwa Arnold van den Bergh, seorang tokoh Yahudi di Amsterdam, Belanda mungkin "menyerahkan" keluarga Frank untuk menyelamatkan keluarganya sendiri.

Tim, yang terdiri dari mantan agen FBI, sejarawan dan ahli lainnya, menghabiskan enam tahun menggunakan teknik investigasi modern untuk memecahkan "kasus dingin" itu. Penyelidikan dilakukan termasuk menggunakan algoritme komputer untuk mencari koneksi antara banyak orang yang berbeda, sesuatu yang akan memakan waktu ribuan jam bagi manusia.

Van den Bergh pernah menjadi anggota Dewan Yahudi Amsterdam, sebuah badan yang dipaksa untuk menerapkan kebijakan Nazi di wilayah-wilayah Yahudi. Dewan itu dibubarkan pada 1943, dan anggotanya dikirim ke kamp konsentrasi.

BACA JUGA: Museum Anne Frank, Wisata Sejarah Kelamnya Peristiwa Holocaust di Belanda

Tetapi tim menemukan bahwa van den Bergh tidak dikirim ke kamp, dan malah tinggal di Amsterdam seperti biasa pada saat itu. Ada juga anggapan bahwa seorang anggota Dewan Yahudi telah memberi informasi kepada Nazi.

"Ketika van den Bergh kehilangan semua rangkaian perlindungannya yang membebaskannya dari keharusan pergi ke kamp, dia harus memberikan sesuatu yang berharga kepada Nazi yang dia hubungi agar dia dan istrinya pada saat itu tetap aman," mantan FBI agen Vince Pankoke mengatakan kepada CBS “60 Minutes”.

Tim tersebut mengatakan telah berjuang dengan pengungkapan bahwa orang Yahudi lain mungkin adalah pengkhianat. Tapi itu juga menemukan bukti yang menunjukkan Otto Frank, ayah Anne, mungkin sendiri telah mengetahuinya dan merahasiakannya.

Dalam file penyelidik sebelumnya, mereka menemukan salinan catatan anonim yang dikirim ke Otto Frank yang mengidentifikasi Arnold van den Bergh sebagai pengkhianatnya.

Pankoke mengatakan kepada “60 Minutes” bahwa anti-Semitisme mungkin menjadi alasan mengapa hal itu tidak pernah dipublikasikan.

"Mungkin dia hanya merasa jika saya mengungkit ini lagi... itu hanya akan membuat api semakin membesar," katanya sebagaimana dilansir BBC.

"Tetapi kita harus ingat bahwa fakta bahwa (van den Bergh) adalah orang Yahudi berarti dia ditempatkan pada posisi yang tidak dapat dipertahankan oleh Nazi untuk melakukan sesuatu demi menyelamatkan hidupnya."

Surat kabar Belanda de Volkskrant melaporkan bahwa van den Bergh meninggal pada 1950.

Dalam sebuah pernyataan, museum Anne Frank House mengatakan "terkesan" dengan pekerjaan tim investigasi. 

Direktur eksekutif museum, Ronald Leopold, menambahkan bahwa penelitian baru telah "menghasilkan informasi baru yang penting dan hipotesis menarik yang layak untuk penelitian lebih lanjut".

Pihak museum mengatakan tidak terlibat langsung dalam penyelidikan tersebut tetapi telah berbagi arsip dan museumnya dengan tim.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini