Share

Gara-Gara Seekor Babi, Inggris dan Amerika Serikat Hampir Terlibat Perang Besar

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 18 Januari 2022 13:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 18 18 2533934 gara-gara-seekor-babi-inggris-dan-amerika-serikat-hampir-terlibat-perang-besar-5RBe3vcpPg.jpg Babi. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Sebuah insiden yang melibatkan seekor babi pada 1959 hampir memicu perang antara Amerika Serikat (AS) dan Inggris, dua negara yang sekarang bersekutu. Insiden yang terjadi di Kepulauan San Juan itu kini dikenal dengan nama “Perang Babi”.

Kepulauan San Juan adalah sebuah kepulauan di Pasifik, antara Negara Bagian Washington dan Pulau Vancouver, British Columbia, Kanada. Kepulauan itu pertama kali dipetakan pada 1791 oleh penjelajah Spanyol Francisco de Eliza, yang memberinya nama San Juan.

BACA JUGA: Ketika Pemerintah Australia Kalah Perang Melawan Burung Emu

Dikutip dari Canadian Encyclopedia, pada 1792, baik Spanyol dan Inggris menjelajahi lebih jauh daerah tersebut, disusul dengan kedatangan para pemukim dari Amerika dan Inggris.

Sepanjang sebagian besar awal hingga pertengahan abad ke-19, AS dan Inggris Raya bersengketa terkait batas wilayah di Kepulauan San Juan.

Perjanjian Anglo-Amerika 1818 memungkinkan warga kedua negara untuk berbagi wilayah yang disengketakan dan memberikan kedua negara akses ke jalur air yang dapat dilayari di kawasan itu.

BACA JUGA: Peristiwa 25 Agustus: Perang Inggris Vs Amerika, Washington DC Dibakar

Meski Perjanjian Oregon 1846 menyelesaikan sebagian masalah sengketa tersebut, kata-kata yang digunakan tidak jelas. Perjanjian tersebut menyatakan bahwa perbatasan antara kedua negara akan diperpanjang sepanjang garis lintang paralel ke-49 ke barat sampai "tengah selat yang memisahkan daratan dengan Pulau Vancouver" dan kemudian ke selatan sepanjang saluran ke Selat Juan de Fuca dan kemudian ke laut.

Namun, ada dua selat yang memisahkan Kepulauan San Juan: Selat Rosario dan Selat Haro, tetapi perjanjian itu tidak menentukan selat mana yang digunakan sebagai patokan. Kepulauan San Juan berada di tengah kedua selat tersebut.

Inggris lebih suka menggunakan Selat Rosario, yang akan membuat Kepulauan San Juan berada di wilayah mereka, sementara Amerika lebih memilih Selat Haro, karena alasan serupa. Hal ini terbukti menjadi masalah serius yang hampir menimbulkan konsekuensi fatal di kemudian hari.

Insiden Penembakan Babi

Pada 15 Juni 1589, seekor babi berkeliaran di kebun sayur milik seorang petani pemukim Amerika bernama Lyman Cutler. Kesal kebunnya berulang kali disatroni babi, Cutler kemudian menembak mati hewan itu.

Ternyata babi itu milik Charles Griffin, seorang karyawan perusahaan Inggris, yang kemudian mendatangi Cutler. Meskipun Cutler menawarkan kompensasi USD10, Griffin menuntut lebih banyak uang dan akhirnya melaporkan Cutler ke pihak berwenang Inggris, yang mengancam akan menangkapnya.

Sebagai tanggapan, komandan militer Amerika setempat mengirim 64 tentara ke pulau itu untuk melindungi para pemukim Amerika. Hal ini menyebabkan Gubernur Pulau Vancouver James Douglas mengirimkan kapal fregat Inggris HMS Tribune ke San Juan dengan instruksi untuk mengusir pasukan Amerika.

Ketegangan segera meningkat ketika Amerika meminta bala bantuan tambahan dari daratan.

Pada pertengahan Agustus 1859, terdapat 400 tentara Amerika dan delapan meriam di San Juan, sementara pihak Inggris telah mengerahkan lima kapal perang dan lebih dari 1.000 tentara. Kedua belah pihak mulai membangun benteng dan melakukan latihan tembak.

Dengan situasi makin memanas, sebuah konflik besar tampaknya tidak terhindarkan.

Uniknya, meski suasana tegang, para perwira Inggris dan Amerika tampak bersahabat, bersosialisasi dan menghadiri kebaktian bersama di gereja.

Penyelesaian Ketegangan

Di tengah situasi ini, para perwira masih berkepala dingin, salah satunya adalah Kapten dari HMS Tribune, Geoffrey Phipps Hornby, yang menolak tekanan Gubernur Douglas untuk menurunkan pasukan ke darat sebelum kedatangan atasannya Laksamana Muda Robert L. Baynes.

Saat sang Laksamana tiba di San Juan pada Agustus, dia terkejut melihat situasi yang terjadi dan menegaskan bahwa dia tidak akan "melibatkan dua negara besar dalam perang gara-gara seekor babi”.

Kabar mengenai situasi di San Juan akhirnya juga sampai ke Washington, DC. Presiden AS saat itu James Buchanan mengirim Jenderal Winfield Scott, Panglima Tertinggi Angkatan Darat AS ke San Juan.

Buchanan menginstruksikan Scott untuk bernegosiasi dengan Gubernur Douglas dan membawa penyelesaian damai untuk perselisihan tersebut. Scott adalah tokoh yang telah membantu menyelesaikan sengketa antara Inggris dan AS pada 1930-an.

Scott tiba di Kepulauan San Juan pada Oktober 1859. Dia dan Douglas setuju untuk mengurangi jumlah pasukan, senjata, dan kapal perang di daerah itu; setiap negara akan meninggalkan kekuatan kecil dan berbagi tanggung jawab atas pulau-pulau yang diperebutkan sampai mereka dapat menemukan solusi permanen. Pendudukan militer bersama berlanjut selama 12 tahun berikutnya. Untuk sebagian waktu itu, Amerika Serikat terlibat dalam Perang Saudara Amerika (1861-1865).

Pada 1871, Amerika Serikat dan Inggris Raya merundingkan Perjanjian Washington untuk menyelesaikan beberapa klaim antara kedua negara, termasuk kepemilikan Kepulauan San Juan. Mereka meminta Kaiser Wilhelm I Jerman untuk membantu menyelesaikan masalah ini. Kaisar mengorganisir komite tiga orang yang bertemu selama sekitar satu tahun di Jenewa, Swiss. Pada Oktober 1872, diputuskan bahwa pulau-pulau itu adalah wilayah Amerika.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini