Share

AS, Indonesia, dan Swiss Rayakan Pencapaian Kemitraan Air Minum dan Sanitasi yang Bermanfaat untuk Jutaan Orang

Tim Okezone, Okezone · Selasa 18 Januari 2022 17:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 18 18 2534091 as-indonesia-dan-swiss-rayakan-pencapaian-kemitraan-air-minum-dan-sanitasi-yang-bermanfaat-untuk-jutaan-orang-scTvZcJbLp.jpg Kemitraan Indonesia-AS dalam sanitasi air (Foto: USAID)

JAKARTA - Sebagai hasil dari lima tahun kemitraan antara Amerika Serikat (AS) dan Indonesia, lebih dari 1,6 juta orang, termasuk hampir 530.000 orang dari kelompok masyarakat berpenghasilan rendah di Indonesia, saat ini telah mendapatkan akses air minum. Lebih dari 965 ribu orang telah mendapatkan akses sanitasi terkelola yang aman.

Sejak Juni 2016, melalui program USAID Indonesia Urban Water, Sanitation, and Hygiene Penyehatan Lingkungan untuk Semua (USAID IUWASH PLUS), USAID telah bermitra dengan berbagai lembaga di pemerintahan pusat, 35 pemerintah kabupaten/kota, penyedia layanan, dan pemangku kepentingan sektor swasta, dengan fokus khusus pada masyarakat berpenghasilan rendah dan rentan.

Pemerintah AS melalui USAID telah mendukung pencapaian target air minum dan sanitasi Indonesia sejak 2007.

Baca juga: Indonesia dan AS Perkuat Kemitraan Pertahanan Melalui Pelatihan Garuda Shield 2021

“Selama lebih dari 15 tahun, kemitraan antara Amerika Serikat dengan Indonesia telah meningkatkan akses air dan sanitasi aman bagi sekitar 7,6 juta orang Indonesia,” terang Direktur USAID Indonesia Jeffery P. Cohen dalam sambutannya di acara penutupan program hari ini.

“Ke depannya, Amerika Serikat akan terus mendukung komitmen Indonesia dalam menyediakan layanan air bersih dan sanitasi aman sekaligus mengurangi risiko terkait iklim,” lanjutnya dalam siaran pers.

Baca juga: Program Garuda Shield, Prajurit US Army Bakal Latihan Bersama TNI AD

Selama lima tahun terakhir, USAID dan para mitra telah membantu lebih dari 355.000 orang untuk mendapatkan akses pelayanan sanitasi dasar, termasuk lebih dari 258.000 orang di antaranya dari 40 persen penduduk termiskin. Lebih dari 32 pemerintah daerah (pemda) telah secara resmi mengadopsi 111 kebijakan pendukung peningkatan air, sanitasi, dan higiene di 32 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Dukungan USAID juga telah menarik pendanaan sebesar USD235 juta (Rp3,4 triliun) dari anggaran pemerintah pusat dan daerah serta investasi sektor swasta untuk berbagai program dan infrastruktur di bidang air minum, sanitasi, dan higiene.

Direktur Perumahan dan Permukiman Kementerian PPN/Bappenas, Tri Dewi Virgiyanti, menyampaikan bahwa komitmen kuat Pemerintah Indonesia dan kemitraan dengan USAID akan berkontribusi dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (TPB/SDGs) pada 2030.

“Kami sangat mengapresiasi kemitraan penting USAID dalam mendukung komitmen besar Pemerintah Indonesia untuk mencapai target SDG 2030," ujarnya.

Dia menambahkan bahwa komitmen ini juga sudah tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, yang menargetkan pencapaian 100% akses air minum layak, termasuk 15% air minum aman, dan 90% akses sanitasi layak, serta 15% sanitasi aman.

Pada 2019, Swiss melalui State Secretariat for Economic Affairs (SECO) memberikan kontribusi sebesar USD4,5 juta untuk program USAID IUWASH PLUS, sehingga nilai total investasi bersama ini menjadi USD48 juta (Rp689 miliar).

Penambahan dana dari SECO telah membantu tujuh perusahaan daerah air minum (PDAM) untuk mengurangi kehilangan air dan meningkatkan efisiensi energi. Kemitraan ini telah menurunkan kehilangan air sebesar 3,1 persen, meningkatkan efisiensi energi sebesar 20 persen, dan menarik pendanaan sebesar USD5,9 juta (Rp85 miliar) untuk perbaikan kinerja PDAM.

“Swiss bangga dapat bermitra dengan Pemerintah Indonesia dan USAID untuk meningkatkan pelayanan air minum,” terang Andrea Zbinden, Wakil Direktur SECO Indonesia.

"Upaya ini memperkuat kapasitas kelembagaan dan kinerja PDAM dan pada akhirnya dapat meningkatkan akses air minum bagi warga negara Indonesia. Kami harap hasil dan pembelajaran dari program ini akan membantu memperluas infrastruktur air minum di Indonesia dan mengembangkan model kelembagaan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan sumber daya air di seluruh negeri,” ungkapnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini