Share

Jet Tempur Arab Saudi Mengebom Yaman Usai Serangan Drone Abu Dhabi

Susi Susanti, Okezone · Selasa 18 Januari 2022 17:24 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 18 18 2534105 jet-tempur-arab-saudi-mengebom-yaman-usai-serangan-drone-abu-dhabi-DmL2JMTURE.jpg Arab Saudi lakukan serangan balasan terhadap serangan drone di Abu Dhabi (Foto: AP)

ARAB SAUDI - Koalisi yang dipimpin Arab Saudi telah meluncurkan serangan udara di ibukota Yaman, Sanaa. Serangan ini merupakan serangan balik terhadap serangan sebelumnya yang dilakukan “teroris” Houthi “yang didukung Iran” di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA).

Media pemerintah Saudi mengumumkan serangan jet tempur F-15 koalisi pada Senin (17/1) malam menargetkan dan menghancurkan dua peluncur rudal balistik, yang diduga digunakan dalam serangan terhadap UEA.

Juru bicara militer Houthi Yahya Saree mengatakan pada Senin (17/1) bahwa milisi, yang mengendalikan ibukota Yaman, menggunakan lima rudal balistik dan bersayap serta sejumlah besar pesawat tak berawak untuk menargetkan sejumlah situs dan fasilitas Emirat yang penting dan sensitif, termasuk bandara di Dubai dan Abu Dhabi.

Baca juga: Serangan Koalisi Arab Saudi Tewaskan Setidaknya 14 Orang di Yaman

Saree menambahkan bahwa operasi yang telah "berhasil" ini adalah "sebagai pembalasan atas eskalasi agresi AS-Saudi-Emirat" dan bahwa UEA akan tetap menjadi "negara yang tidak aman selama eskalasi agresifnya terhadap Yaman berlanjut."

Otoritas Emirat mengatakan dua warga negara India dan seorang warga Pakistan tewas. Lalu enam orang lagi terluka dalam serangan itu. Mereka mengatakan beberapa truk bahan bakar meledak di kawasan industri Mussafah dekat Bandara Internasional Abu Dhabi, memicu “kebakaran kecil.”

Baca juga: Koalisi Pimpinan Saudi Lancarkan Serangan Udara ke Ibu Kota Yaman

Menurut Brigadir Jenderal Turki Al-Maliki, juru bicara Koalisi untuk Memulihkan Legitimasi di Yaman yang dipimpin Saudi, Arab Saudi menyebut serangan itu sebagai “serangan teroris” oleh “teroris, milisi Houthi yang didukung Iran” yang merupakan kejahatan perang terhadap warga sipil.

Al-Maliki menyebut Houthi sebagai ancaman teroris yang merusak keamanan regional dan internasional, yang "pembajakannya" juga mengancam perdagangan dan kebebasan navigasi di Laut Merah.

“Koalisi akan merespon dengan cara yang mencapai keamanan kolektif untuk kepentingan masyarakat internasional,” terangnya.

Sementara itu, Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS) Jake Sullivan mendukung Arab Saudi dan mengutuk serangan terhadap UEA. Sullivan mengatakan Washington akan "bekerja untuk memastikan bahwa pemberontak Yaman yang didukung Iran bertanggung jawab atas tindakan mereka."

AS diketahui telah memberikan dukungan logistik dan intelijen kepada koalisi pimpinan Saudi sejak menginvasi Yaman pada 2015, berusaha untuk mengembalikan Presiden Abdrabbuh Mansur Hadi, yang digulingkan oleh Houthi pada tahun sebelumnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini