Share

TNI AL Tangkap 8 Kapal Pencuri Batu Bara di Samarinda

Riezky Maulana, iNews · Selasa 18 Januari 2022 14:57 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 18 340 2533992 tni-al-tangkap-8-kapal-pencuri-batu-bara-di-samarinda-xiD0GzCJGG.jpg TNI AL tangkap kapal pencuri batu bara (Foto: istimewa)

JAKARTA - TNI Angkatan Laut (AL) berhasil menangkap 8 kapal pencuri batu bara di daerah Muara Kembang Buoy 17 Samarinda, Kalimantan Timur, Senin (17/01/2022). Dari keseluruhan kapal, setidaknya 47 ABK juga juga berhasil diamankan.

Dalam proses penangkapan, TNI AL mengerahkan 3 unit speed dari Pos TNI AL (Posal) Anggana dan Pos Pengamat (Posmat) Muara Pegah berhasil. Barang bukti yang diperoleh dari penangkapan tersebut yakni batu bara seberat 31 Ton.

Adapun penangkapan dipimpin langsung dipimpin langsung oleh Danlanal Balikpapan Kolonel Laut (P) Siswo Widodo. Penangkapan sendiri terjadi sekira pukul 21.10 WITA.

"Mereka disergap saat sedang beraksi memindahkan batubara dari tongkang ke kapal motor," jelas Dispenal melalui keterangan tertulis yang diterima, Selasa (18/1/2022).

Dispenal menuturkan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari video viral mengenai pencurian batubara. Serta mendukung arahan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono dan mendukung kebijakan pemerintah yaitu 25 persen batubara untuk lokal.

Baca juga: TNI AL Miliki Kapal Perang Baru, KRI dr Wahidin Sudirohusodo-991 dan KRI Golok-688

"Para pelaku pencurian merupakan masyarakat lokal dan sebagian pendatang yang bekerja sebagai cleaning tongkang batubara yang selesai muat dari vessel dan proses kembali," ungkapnya.

Baca juga: TNI AL Tangkap 3 Kapal Berbendera Vietnam Curi Ikan di Laut Natuna

Saat ini seluruh kapal motor dan kru disandarkan di Posal Anggana dikarenakan merupakan Posal terdekat dari lokasi untuk tindak lanjut. Sesuai prosedur maka akan ditindak lanjuti sesuai aturan dan hukum yang berlaku dengan berkoordinasi dengan Dinas Hukum TNI AL untuk penyidikan.

"Mengingat ukuran 8 kapal yang beragam dari mulai 4 GT sampai paling besar 28 GT, sehingga perlu adanya pendalaman," pungkasnya.

Baca juga: Mayor Pukuli Driver Ojol, TNI AL: Tak Akan Lolos dari Jeratan Hukum!

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini