Share

Akses Jalan di Jepara Tertutup Akibat Longsor

Tim Okezone, Okezone · Selasa 18 Januari 2022 20:21 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 18 340 2534200 akses-jalan-di-jepara-tertutup-akibat-longsor-hYCTNxsg5l.jfif Longsor di Jepara, Jateng. (BNPB)

JAKARTA - Hujan lebat melanda wilayah Desa Sumberejo dan Clering memicu tanah longsor sehingga menutup satu akses jalan penghubung Medani-Kaliombo di Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah, Minggu (16/1/2021).

"Selain longsor, hujan juga mengakibatkan banjir yang merendam 268 unit rumah warga pada tiga desa," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan tertulis.

Abdul merincikan, ketiga desa itu adalah Desa Sumbereko dan Clering di Kecamatan Donorojo dan Desa Tempur di Kecamatan Keling.

Selain itu, BPBD Kabupaten Jepara melaporkan banjir dengan tinggi muka air 30 sampai 80 sentimeter tersebut juga menyebabkan tiga tanggul jebol. "Tidak ada korban jiwa akibat peristiwa ini," ucapnya.

Kondisi banjir telah surut dan cuaca di wilayah terdampak terpantau berawan. BPBD serta lintas lembaga terkait masih melakukan penilaian untuk percepatan penanganan kerusakan tanggul dan material yang menutup akses transportasi akibat longsor.

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan cuaca tiga harian per 18 sampai 20 Januari 2022 untuk Kabupaten Jepara yang didominasi cuaca hujan ringan dan berawan.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) juga mengeluarkan informasi wilayah dengan potensi gerakan tanah bulan Januari untuk Kabupaten Jepara pada tingkat menengah hingga tinggi, khususnya di Kecamatan Keling berpotensi banjir bandang atau aliran bahan rombakan.

Baca Juga : BNPB: Dua Hektare Sawah dan 26 Rumah Warga Terancam Tertimbun Longsor di Sumedang

Hal ini juga sejalan dengan kajian inaRISK yang menunjukkan Kabupaten Jepara memiliki potensi bahaya banjir dan tanah longsor pada tingkat sedang hingga tinggi, yang berdampak pada 16 kecamatan dengan potensi banjir dan 9 kecamatan dengan potensi longsor.

"Merespons hal tersebut, BNPB mengimbau masyarakat dan otoritas daerah setempat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi dengan memantau prakiraan cuaca melalui laman BMKG," tuturnya.

Selain itu, otoritas daerah diminta meningkatkan koordinasi terkait peringatan dini banjir dan tanah longsor serta membuat rencana kesapsiagaan hingga tanggap darurat untuk mengurangi jatuhnya korban jiwa akibat bencana.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini