Share

Kapal Perang Amerika Lintasi Laut China Selatan, China Meradang dan Beri Peringatan

Widi Agustian, Okezone · Kamis 20 Januari 2022 15:43 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 20 18 2535202 kapal-perang-amerika-lintasi-laut-china-selatan-china-meradang-dan-beri-peringatan-POQRqRp6KC.jpg Kapal Perang AS USS Benfold. (Foto: Reuters)

BEIJING - China memberikan peringatan kepada sebuah kapal perang Amerika Serikat (AS) yang memasuki wilayah perairan dekat Kepulauan Paracel di Laut China Selatan.

Hal ini membuat semakin panas situasi di jalur perairan yang tengah menjadi sengketa tersebut. Southern Theatre Command of the Peoples Liberation Army menyatakan, kapal perang AS USS Benfold secara ilegal berlayar ke perairan teritorial China.

Aksi kapal perang tersebut dinilai tanpa izin, melanggar kedaulatan negara. Alhasil, angkatan laut dan udara China langsung melacak kapal tersebut.

Baca juga: Tumpahan Minyak Akibat Erupsi di Tonga Jadi 'Bencana Ekologi'


Baca juga: Empat Negara Eropa Desak Israel Hentikan Pembangunan Pemukiman di Yerusalem Timur

"Kami dengan sungguh-sungguh menuntut agar pihak AS segera menghentikan tindakan provokatif seperti itu, jika tidak maka akan menanggung konsekuensi serius dari peristiwa yang tidak terduga," ungkap pusat komando tersebut, dilansir dari Reuters, Kamis (20/1/2022).

Walau begitu, Angkatan Laut AS mengatakan jika USS Benfold tidak melanggar aturan. "Kami menegaskan hak navigasi dan kebebasan di sekitar Pulau Paracel, hal ini sejalan dengan dengan hukum internasional," kata dia.

"Kesimpulannya, USS Benfold tidak melakukan seperti yang diklaim (China) dan melanjutkan operasi di Laut China Selatan," kata juru bicara Armada ke-7 Mark Langford.

Amerika Serikat kerap melakukan misi kebebasan bernavigasi di Laut China Selatan untuk menantang klaim teritorial China.

Di sisi lain, China telah mendirikan pos-pos militer di pulau-pulau buatannya di perairan Laut China Selatan. Kawasan ini kerap dilintasi oleh kapal-kapal karena merupakan jalur pelayaran vital.

Selain itu, kawasan ini juga juga mengandung gas dan tempat kaya akan sumber ikan.

Laut China Selatan memang menjadi salah satu pusat konflik dari China dan Amerika Serikat. Di mana AS menolak apa klaim teritorial China.

China mengklaim sebagian besar wilayah Laut China Selatan. Sementara itu sejumlah negara di sekitarnya, antara lain Taiwan, Vietnam, Malaysia, Brunei, dan Filipina semuanya mengklaim hal yang sama dan menjadi tumpang tindih.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini