Share

Lawan AS, Korut Siap Aktifkan Program Senjata Nuklir

Widi Agustian, Okezone · Jum'at 21 Januari 2022 09:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 21 18 2535535 lawan-as-korut-siap-aktifkan-program-senjata-nuklir-2v73QypFka.jpg Pemimpin Tertinggi Korut Kim Jong-un (Foto: CNN)

SEOUL - Korea Utara (Korut) mengatakan akan memperkuat pertahanannya untuk melawan Amerika Serikat (AS). Untuk itu, Korut akan memulai kembali semua kegiatan yang sempat dihentikan sementara.

Dikutip CNN dan media pemerintah Korut KCNA, Kamis (20/1), pengumuman tersebut merupakan titik awal dari penghentian moratorium uji coba senjata nuklir yang dilakukannya. Moratorium tersebut telah berlaku sejak 2017.

Korut memang dilarang menguji coba rudal balistik dan senjata nuklir di bawah hukum internasional. Walau begitu, negara ini tetap mengembangkan senjata tersebut.

Dalam sebuah laporan tentang pertemuan Politbiro yang diadakan pada hari Rabu, KCNA melaporkan jika kebijakan dan ancaman militer oleh AS telah mencapai garis bahaya yang tidak dapat diabaikan lagi.

 Baca juga: Korut Luncurkan 2 Rudal Balistik dari Bandara Pyongyang

Disebutkan juga jika Korut mengakui perlunya bersiap untuk konfrontasi jangka panjang dengan AS.

Laporan itu mengatakan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menginstruksikan para pejabat untuk meningkatkan cara-cara "mengendalikan secara efisien gerakan bermusuhan dengan AS" dan mempertimbangkan kembali langkah-langkah membangun kepercayaan dengan AS.

 Baca juga: Korut Klaim Sukses Uji Coba Rudal Hipersonik

“Instruksi ini ditujukan kepada sektor terkait untuk mempertimbangkan kembali, dalam skala keseluruhan, langkah-langkah membangun kepercayaan yang kami ambil atas inisiatif kami sendiri atas dasar preferensi dan untuk segera memeriksa masalah dalam rangka memulai kembali semua kegiatan yang ditangguhkan sementara,” lapor KCNA.

Menurut juru bicara Kepala Staf Gabungan Korsel Kim Jun-rak, militer Korea Selatan memantau dengan cermat kegiatan Korea Utara.

Korea Utara telah meningkatkan uji coba misilnya selama bulan Januari. Pekan lalu, AS mengumumkan sanksi terhadap lima individu Korea Utara dan satu entitas yang mendukung program terkait rudal balistik rezim tersebut.

Korea Utara menyebut sanksi baru itu "bodoh" dan mengatakan pemerintahan Biden "terus melakukan manuver untuk merampas hak untuk membela diri," kata KCNA.

Pada hari Senin, Korea Utara melakukan uji coba rudal keempat tahun ini, menembakkan dua proyektil ke laut di lepas pantai timur Semenanjung Korea. Korea Utara mengatakan sedang melakukan uji coba "rudal berpemandu taktis", yang merupakan rudal balistik jarak pendek.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini