Share

Banjir Rendam 13 Desa di Kutai Kartanegara

Yohannes Tobing, Sindonews · Senin 24 Januari 2022 23:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 24 340 2537184 banjir-rendam-13-desa-di-kutai-kartanegara-FRsbn7brnZ.jpg Banjir Kutai Kartanegara (Foto : BNPB)

JAKARTA - Hujan lebat disertai petir dan angin kencang terjadi di Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur pada Minggu (23/1/2022). Akibatnya 13 Desa dan lebih dari 5.200 rumah milik warga terendam banjir.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Kertanegara mencatat terdapat 13 desa dan 5.208 rumah warga terdampak yang dihuni 15.623 jiwa di sejumlah desa.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, mengatakan Selain rumah warga terdapat tiga unit fasilitas pendidikan juga terdampak.

Kemudian gedung pemerintah 13 unit dan tempat ibadah 5 unit. Sejumlah jalan penghubung antar desa, seperti di Desa Sidomulyo ke Kampung Baru, Tabang Lama dan Umaq Tukung, terendam.

"Banjir ini tidak mengakibatkan warga mengungsi, namun BPBD Kabupaten Kutai Kartanegara telah menyiapkan balai pertemuan umum sebagai tempat evakuasi sementara," ujar Muhari melalui keterangan tertulis yang diterima.

Baca Juga : Sebanyak 5.208 Rumah Terendam Akibat Banjir di Kutai Kartanegara

Adapun 13 desa yang terdampak banjir di Kecamatan Tabang meliputi Desa Sidomulyo, Kampung Baru, Tabang Lama, Umaq Tukung, Muara Pedohon, Umaq Dian, Umaq Bekuay, Gunung Sari, Muara Tuboq, Muara Kebaq, Salung, Muara Tiq dan Muara Belinau.

Muhari mengatakan pihaknya dan aparat daerah akan terus melakukan monitoring situasi dan kondisi di lapangan dengan berkoordinasi melalui Sekretaris Camat Tabang.

Saat ini cuaca terkini di wilayah terdampak terpantau berawan dan banjir mengalami penurunan debit air sebanyak 50 sentimeter yang masih merendam beberapa ruas jalan akses transportasi.

"Akses transportasi darat antar desa yang sulit dijangkau akibat banjir, meliputi Desa Muara Tuboq, Desa Muara Kebaq, Desa Salung, Desa Muara Tiq, dan Desa Muara Belinau," tutur Muhari.

"Kemudian akses Desa Tabang Lama ke Desa Umaq Tukung di Sungai Muara Pedohon dan Desa Sidomuyo di Sungai Belayan juga tidak dapat dilalui oleh transportasi darat akibat banjir," lanjutnya.

BNPB juga mengimbau untuk masyarakat dan pemerintah daerah setempat dapat meningkat kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama dengan adanya puncak musim selama Januari ini hingga Februari nanti.

"Masyarakat juga diimbau untuk dapat mengikuti instruksi pemerintah daerah setempat terkait upaya mitigasi dan langkah-langkah kedaruratan ketika bencana terjadi," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini