Share

Mantan Wakil Bupati Seluma Divonis 11 Tahun Penjara Terkait Korupsi Dana Atlet

Demon Fajri, Okezone · Rabu 26 Januari 2022 14:40 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 26 340 2538115 mantan-wakil-bupati-seluma-divonis-11-tahun-penjara-terkait-korupsi-dana-atlet-NNsB8BQ2ma.JPG Sidang Vonis Wakil Bupati Seluma (Foto: Okezone/Fajri)

BENGKULU - Mantan ketua KONI Provinsi Bengkulu, Mufran Imron divonis hukuman penjara selama 11 tahun oleh majelis hakim Pengadilan Negeri/P H I /Tipikor Kelas I A Bengkulu.

Mantan Wakil Bupati Seluma itu divonis bersalah merugikan negara Rp11 Miliar, dalam kasus dugaan korupsi dana hibah KONI Provinsi Bengkulu, tahun 2020 senilai Rp15 Miliar.

Dalam vonis itu, Mufran diwajibkan membayar denda sebesar Rp750 juta, subsider 6 bulan penjara serta membayar uang pengganti sebesar Rp11 miliar, subsider 5 tahun penjara.

"Mewajibkan terdakwa Mufran membayar uang penganti sebesar Rp11 miliar dan harta bendanya akan disita dan dilelang untuk menutupi yang pengganti. Jika tidak mencukupi diganti dengan hukuman penjara selama 5 penjara," kata Fitrizal, di Pengadilan Bengkulu, Rabu (26/1/2022).

Vonis dari majelis hakim ini lebih ringan satu tahun dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Kejati Bengkulu yang menuntutnya hukuman 12 tahun penjara.

Menurut majelis hakim yang memberatkan terdakwa adalah kerugian negara yang begitu besar. Majelis juga menyesalkan tindakan korupsi itu dilakukan pada masa pandemi Covid - 19

"Hal yang meringankan adalah terdakwa belum pernah dihukum," jelas Fitrizal.

Selain Mufran, majelis hakim juga menjatuhkan hukuman kepada mantan bendahara KONI Provinsi Bengkulu, Hirwan Fuaddy, dengan selama 4 tahun 6 bulan penjara serta denda Rp500 juta, subsider 6 bulan penjara.

Vonis itu lebih rendah dari tuntutan jaksa yang menuntutnya hukuman selama 5 tahun 6 bulan penjara.

JPU Kejati Bengkulu, Dewi Kemalasari mengaku masih pikir - pikir atas vonis jaksa ini

"Karena pengacara Mufran tadi pikir - pikir maka kita juga masih pikir - pikir," kata Dewi.

Sementara itu, Kuasa hukum Mufran Imron, Nindianto Ramadhan mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan terdakwa untuk menentukan langkah hukum selanjutnya. Pihaknya menghormati putusan yang dijatuhkan majelis hakim.

"Kita menunggu apa keputusan diinginkan klien kita," jelas Nindianto.

Nindianto mengakui, selama kasus ini berjalan belum pernah ada kerugian negara yang dikembalikan. Hal ini sesuai dengan keputusan dari kliennya. "Sudah disampaikan ke pak Mufran (soal kerugian negara). Namun dari terdakwanya sendiri belum," kata Nindianto.

Seperti diketahui, dana hibah KONI sebesar Rp15 miliar diperuntukan untuk pembinaan atlet oleh Cabor yang akan mengikuti PON 2021 di Papua.

Namun dalam perjalanannya, sejumlah Cabor tidak menerima anggaran tersebut. Selain itu, berdasarkan fakta persidangan, penggunaan anggaran itu tidak disertai dengan bukti pertanggungjawaban.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini