Share

Korut Tembakkan 2 Rudal, Uji Coba Keenam dalam Sebulan

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 27 Januari 2022 10:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 27 18 2538529 korut-tembakkan-2-rudal-uji-coba-keenam-dalam-sebulan-N6E9gYlVaD.jpg Foto: Reuters.

SEOUL - Korea Utara menembakkan dua proyektil yang diduga sebagai rudal balistik jarak pendek ke laut lepas pantai timurnya, menurut militer Korea Selatan pada Kamis (27/1/2022). Ini merupakan uji coba rudal keenam yang dilakukan negara itu dalam jangka waktu satu bulan.

Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS) mengatakan telah mendeteksi peluncuran yang diduga sebagai dua rudal balistik sekira pukul 8 pagi waktu setempat dari dekat Hamhung, di pantai timur Korea Utara. Rudal-rudal itu melesat sejauh sekira 190 km ke ketinggian maksimum 20 km, JCS menambahkan.

BACA JUGA: Korut Tembakkan 2 Rudal Jelajah, Uji Coba Kelima Tahun Ini

Rudal yang dicurigai tampaknya telah mendarat di luar zona ekonomi eksklusif Jepang, kata Menteri Pertahanan Jepang Nobuo Kishi sebagaimana dilansir Reuters.

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengatakan pemerintah masih mengumpulkan rincian tentang peluncuran itu, tetapi setiap uji coba rudal balistik "sangat disesalkan" dan melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB.

Korea Utara bulan ini mengatakan akan memperkuat pertahanannya terhadap Amerika Serikat (AS) dan mempertimbangkan untuk melanjutkan "semua kegiatan yang ditangguhkan sementara", sebuah referensi yang jelas untuk moratorium uji coba senjata nuklir dan rudal jarak jauh yang diberlakukan sendiri oleh Pyongyang.

BACA JUGA: Korut Klaim Sukses Uji Coba Rudal Hipersonik

Pada Selasa (25/1/2022), Korea Utara menembakkan dua rudal jelajah ke laut di lepas pantai timurnya, peluncuran kelima di tengah meningkatnya ketegangan atas serangkaian uji coba senjata baru-baru ini.

Awal bulan ini Korea Utara menguji coba peluru kendali taktis, dua "rudal hipersonik" yang mampu kecepatan tinggi dan bermanuver setelah lepas landas, dan sistem peluru kendali yang dibawa kereta api.

Dalam pidatonya di Konferensi Perlucutan Senjata yang disponsori PBB pada Selasa, Duta Besar Korea Utara untuk PBB di Jenewa, Han Tae Song, menuduh Amerika Serikat melakukan ratusan "latihan perang bersama" sambil mengirimkan peralatan militer ofensif berteknologi tinggi ke Korea Selatan, dan senjata strategis nuklir ke kawasan Semenanjung Korea.

"(Ini) sangat mengancam keamanan negara kita," kata Han.

Serangkaian uji coba rudal yang telah dilakukan Korea Utara telah menuai kecaman dari pemerintah di Amerika Serikat dan Jepang dan memicu pertemuan Dewan Keamanan PBB, yang telah memberikan sanksi kepada Korea Utara karena melanggar resolusi yang melarang uji coba rudal balistik.

Pemerintahan Presiden AS Joe Biden memberikan sanksi kepada beberapa individu dan entitas Korea Utara dan Rusia bulan ini atas tuduhan mereka membantu program senjata Korea Utara, tetapi China dan Rusia menunda upaya AS untuk menjatuhkan sanksi PBB pada lima warga Korea Utara.

Korea Utara telah membenarkan uji coba rudalnya, mengatakan bahwa tindakan itu adalah hak kedaulatannya untuk membela diri. Pyongyang mengatakan sanksi AS membuktikan bahwa bahkan ketika Washington mengusulkan pembicaraan, ia mempertahankan kebijakan "bermusuhan" terhadap Pyongyang.

"Uji coba senjata jenis baru baru-baru ini adalah bagian dari kegiatan untuk melaksanakan rencana jangka menengah dan panjang untuk pengembangan ilmu pengetahuan nasional," kata Han dalam pidatonya, Selasa.

"Dan itu tidak menimbulkan ancaman atau kerusakan pada keamanan negara-negara tetangga dan kawasan."

Korea Utara belum meluncurkan rudal balistik antarbenua (ICBM) jarak jauh atau menguji senjata nuklir sejak 2017, tetapi mulai menguji sejumlah rudal jarak pendek setelah pembicaraan denuklirisasi terhenti setelah pertemuan puncak yang gagal dengan Amerika Serikat pada 2019.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini